Kapolres Ketapang Dicopot karena Plakat Tiongkok

Agung Widura 13 Juli 2018 16:39 WIB
polri
Kapolres Ketapang Dicopot karena Plakat Tiongkok
Plakat kerja sama Kepolisian Republik Indonesia dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok Yang Viral di Media Sosial.
Pontianak: Kepala Keoplisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono mencopot Kapolres Ketapang AKBP Sunario. Pencopotan dilakukan terkait viralnya plakat kerja sama Polres Kabupaten Ketapang dengan kepolisian Tiongkok di media sosial.

"Setelah kami dalami dan lakukan penyelidikan kerja sama antara Polresta
Pontianak dan kepolisian RRT Provinsi Jiangsu Resor Suzho tersebut belum
terlaksana, tetapi yang dilakukan oleh kepolisian RRT adalah kunjungan
resmi," kata Didi Haryono di Pontianak, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Didi, kedatangan kepolisian dari Republik Rakyat Tiongkok tersebut datang berkunjung secara resmi ke Polres Ketapang. Tapi, terkait adanya soal kerja sama dengan Tiongkok seharusnya Kapolresta Ketapang melapor ke Polda Kalbar. Dan yang memberikan perizinan untuk kerja sama adalah Polri.


“Ini yang tidak dilakukan, ini yang tidak dilalui oleh Kapolres Ketapang,” Tegasnya.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, Polri melalui As SDM Polri mengeluarkan surat telegram pencopotan terhadap Kapolres Ketapang guna menjalani pemeriksaan.

“Pagi tadi sudah dilakukan pencopotan dan penggantian dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya beredar foto plakat kerja sama antara kepolisian Republik Rakyat Tiongkok yang terpasang di kantor Polres Ketapang yang viral di media sosial.

AKBP Sunario membantah adanya kantor polisi bersama antara
Polres Ketapang dengan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat
Tiongkok, Provinsi Jiangsu Resor Suzho.

"Plakat yang viral di media sosial hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi RRT dengan Polres Ketapang dan tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama. Tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang," ujar Sunario seperti dikutip Antara. 

Ia menjelaskan saat ini plakat tersebut sudah diamankan dari Polres Ketapang karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sunario membenarkan pada Kamis 12 Juli ada kunjungan dari kepolisian Suzho ke PT BSM yang ada di Ketapang. Mereka juga mengajak Polres Ketapang untuk bersama-sama ke perusahaan tersebut.

"Mereka meminta ada kerja sama dengan Polres Ketapang dengan menunjukkan contoh plakat untuk kerja sama tersebut. Tetapi kami tolak karena kami tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, melainkan itu sudah wewenang Polri," katanya.

Menurut dia, malah plakat tersebut sudah diamankan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir karena hingga saat ini, tidak ada kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan polisi RRT atau kepolisian Suzho tersebut," ungkapnya.

Sunario juga berharap agar apa yang sudah beredar di medsos tidak perlu lagi disebarluaskan karena tidak benar ada kantor polisi bersama seperti yang viral di medsos tersebut.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id