Petugas mengamankan bus yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kantor SAR Bandung)
Petugas mengamankan bus yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kantor SAR Bandung)

Sopir Bus Pariwisata Maut di Ciamis Tak Kuasai Teknik Pengereman

Antara • 25 Mei 2022 19:26
Ciamis: Kapolres Ciamis, AKBP Tony P Yudhangkoro, menyatakan, hasil pemeriksaan bagian rem bus yang kecelakaan di Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berfungsi cukup baik. Namun sopir tidak menguasai teknik pengereman saat di jalan turunan.
 
"Kami simpulkan, kami yakini bahwa faktor manusia sebagai penyebab utama di mana si sopir IP (inisial tersangka) kami yakini kurang antisipatif dalam berkendara, apalagi dihadapkan pada jalan yang menurun," kata Tony di Ciamis, Kamis, 25 Mei 2022.
 
Ia menuturkan Polres Ciamis bersama petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis telah melakukan olah tempat kejadian perkara termasuk memeriksa sopir, kondisi kelayakan kendaraan bus, maupun sarana dan prasarana di lapangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bilang, hasil penilaian dari petugas di lapangan ada beberapa bagian dari rem dikategorikan sudah cukup baik, atau kondisi normal. Namun faktor lain yaitu sopir tidak menguasai teknik pengereman yang harus dilakukan antisipasi saat melaju di jalan turunan.
 
"Itu juga kami kaitkan dengan cara atau langkah antisipasi sopir sebelum turunan dengan mengoper persneling, itu juga kami kaitkan," katanya.
 
Baca: Sopir Bus Maut yang Tewaskan 4 Orang di Ciamis Jadi Tersangka
 
Ia menambahkan jajaran Satuan Lalu-lintas Polres Ciamis juga telah memeriksa sejumlah saksi yakni warga setempat, pemilik rumah, korban, maupun keluarga dari korban jiwa.
 
Hasil gelar perkara yang dilakukan Polres Ciamis, kata dia, menetapkan sopir bus inisial IP, 43, sebagai tersangka yang saat ini sudah ditahan untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut.
 
Tersangka dijerat pasal 310 ayat (1), ayat (2), ayat (4) juncto pasal 312 kemudian Pasal 310 tentang bentuk perbuatan akibat kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan dan kerusakan material, luka ringan bahkan meninggal dunia, juga meninggalkan lokasi kejadian dan tidak membantu korban kecelakaan dengan ancaman hukuman 1 tahun sampai 6 tahun penjara.
 
Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan dari Tangerang, Banten itu pulang dari wisata ziarah di Panjalu, Ciamis, kemudian terjadi kecelakaan saat di lokasi turunan.
 
Bus melaju tidak terkendali kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan akhirnya berhenti setelah menabrak rumah di Jalan Raya Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Sabtu, 21 Mei sekitar pukul 17.30 WIB.
 
Kecelakaan itu menyebabkan empat orang meninggal, dan 16 orang luka-luka hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif