Ilustrasi domba. Foto: MI
Ilustrasi domba. Foto: MI

Setelah Sapi, Domba di Slemen Terjangkit PMK

Antara • 21 Mei 2022 16:55
Yogyakarta: Sebanyak sembilan ekor domba milik seorang warga di kandang kelompok Kapanewon (Kecamatan) Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinyatakan positif terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK). Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli dulu ternak dari luar Kabupaten Sleman.
 
"Hasil temuan tersebut telah dikonfirmasi oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates pada 20 Mei," kata Kustini, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Sebelumnya, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, telah mengirimkan sampel untuk diujikan. Hasilnya, ada laporan satu ekor domba yang menunjukkan gejala sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, pada 6 Mei, seekor domba dilaporkan gejala sakit, diare, kurang nafsu makan, ujung bibir bengkak dan merah. Lalu, terdapat berkeropeng basah yang ditangani oleh Puskeswan di Berbah. Kemudian setelah observasi, diambil sampel swab untuk diuji PCR PMK," ujar dia.
 
Ia mengataka  dari uji sampel swab domba pertama tersebut, pada 18 Mei BBVet Wates mengonfirmasi positif PMK. Dua hari kemudian DP3 Sleman bersama dengan BBVet Wates melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel swab dan serum darah.
 
"Dari 15 sampel yang diujikan di BBVet Wates, hasilnya sembilan domba dinyatakan positif dan enam lainnya negatif," kata Kustini.
 
Ia mengatakan hasil penulusuran dari pemilik domba, bahwa dua domba yang positif tersebut belum lama ini dibeli dari Kabupaten Bantul. Domba itu dijadikan satu kandang dengan tujuh domba lainnya.
 
"Dari keterangan pemilik domba tersebut dibeli dari warga di daerah Bantul pada 30 April. Tetapi satu hari sebelumnya domba itu baru datang dari Garut, Jawa Barat. Jadi bisa dikatakan penularan kasus PMK ini akibat ternak dari luar Sleman," tuturnya.
 
Baca: Pemkab Garut Tetapkan Wabah PMK Sebagai Kejadian Luar biasa
 
Pemkab Sleman telah melakukan langkah penanganan terpadu semenjak ditemukan laporan ternak sakit hingga dinyatakan positif. Di antaranya dengan memberikan pengobatan suportif berupa vitamin A, D, E, desinfeksi peralatan dan area kandang setiap hari.
 
"Kami juga sudah minta agar kebersihan kandang diperhatikan. Karena hal itu juga bisa jadi mula awal penyakit yang kemudian bisa menyerang hewan ternak," ujar Kustini.
 
Saat ini, satu ekor domba yang awalnya positif kondisinya sudah baik dan mau makan. Sedangkan delapan ekor lainnya tidak bergejala dan dalam kondisi sehat.
 
Ia mengatakan, populasi ternak di Kabupaten Sleman saat ini mencapai 99.929 yang terdiri dari sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba dan babi. Ada sekitar 820 kelompok ternak mulai dari sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan babi yang semuanya diawasi oleh DP3 Sleman.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif