Suasana hari pasaran di Pasar Hewan Ngawi jelang Idul Adha tahun 2019. ANTARA Jatim/Louis Rika
Suasana hari pasaran di Pasar Hewan Ngawi jelang Idul Adha tahun 2019. ANTARA Jatim/Louis Rika

Penjualan Hewan Kurban di Ngawi Menurun 50 Persen

Nasional hewan kurban
Antara • 28 Juli 2020 15:35
Ngawi: Penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menurun signifikan pada sepekan menjelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah.
 
Pedagang sapi di pasar hewan setempat, Sugeng, mengatakan penurunan penjualan hewan kurban tercatat hingga mencapai 50 persen.
 
"Transaksi anjlok hingga lebih dari 50 persen dibandingkan momentum yang sama tahun lalu. Biasanya sepekan jelang hari kurban bisa menjual sampai 30 ekor sapi, sekarang paling hanya belasan ekor saja," ujar Sugeng di Ngawi, Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Khofifah Izinkan Ibadah Salat Iduladha di Masjid
 
Sugeng mengaku selama ini tidak hanya berdagang sapi di Pasar Hewan Ngawi, tapi juga di beberapa pasar hewan di Magetan. Namun semua kondisinya sama-sama sepi pembeli.
 
"Setiap hari pasaran paling banyak hanya laku dua ekor," kata pria asal Kecamatan Barat, Magetan, tersebut.
 
Selain penjualan yang sepi, pedagang hewan kurban juga semakin sulit karena harga jual sapi tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan harga mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor sapi sesuai jenisnya.
 
"Paling banyak dicari itu sapi yang harganya di kisaran Rp17 juta sampai Rp21 juta," ungkap Sugeng.
 
Menurut Sugeng sepinya pembeli juga disebabkan karena berkurangnya lembaga atau instansi yang melakukan pemotongan hewan kurban untuk dibagikan. Seperti sekolah, banyak yang tutup dan tidak melakukan pemotongan dan pembagian hewan kurban menyusul libur selama pandemi.
 
Kondisi yang sama juga dialami Suparman, pedagang kambing. Menurut dia sepekan menjelang Iduladha tahun 2020, baru 10 kambing dagangannya yang laku terjual. Padahal, biasanya bisa mencapai 35 ekor.
 
"Pada tahun-tahun sebelumnya, seminggu sebelum hari H dagangan sudah habis. Tahun ini kondisi pandemi benar-benar membawa dampak," ujar Suparman.
 


 

(DEN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif