Situasi lokasi banjar bandang di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. (Dok: BPBD Jatim)
Situasi lokasi banjar bandang di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. (Dok: BPBD Jatim)

Alih Fungsi Lahan Memicu Banjir Bandang di Jember

Nasional banjir bandang
Amaluddin • 01 Februari 2020 23:46
Surabaya: Puluhan rumah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diterjang banjir bandang. Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Dino Andalananto, menyebut ada beberapa faktor penyebab banjir di Kabupaten Jember.
 
"Selain faktor hujan intensitas tinggi, faktor alih fungsi lahan kami tengarai menjadi pemicu banjir," kata Dino.
 
Alih fungsi lahan yang dimaksud yakni di lereng Gunung Raung. Tanah di sana dirambah menjadi lahan pertanian. Selain itu, kebakaran hutan beberapa waktu lalu juga menjadi pemicu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ujungnya, puluhan rumah di bantaran sungai Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, disambangi banjir bandang. Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono menyebut ada 20 unit rumah yang tenggelam karena banjir.
 
Sementara jumlah warga yang rumahnya terdampak banjir mencapai 166 orang. Mereka telah dievakuasi ke tempat yang aman dari banjir. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut," kata Suban.
 
Suban mengatakan, banjir bermula saat Kabupaten Jember diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sejak pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kemudian pada pukul 16.30 WIB, debit air di sungai setempat meningkat 150 sentimeter, hingga akhirnya terjadi banjir bandang.
 
"Selain merendam rumah warga, banjir itu juga menyebabkan jembatan penghubung pabrik di Desa Klungkung ambles, terputus. Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang melakukan assesment di lokasi kejadian," pungkas Suban.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif