Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Penanganan Stunting Harus Terkonvergensi

Nasional stunting
Rahmatullah • 07 Februari 2020 08:31
Sumenep: Kasus stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diklaim terus menurun. Dinas Kesehatan setempat menyebut angka terakhir tengkes di Sumenep pada 2018 mencapai 34,3 persen. Data tersebut berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Pemerintah Pusat.
 
"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka itu mengalami penurunan. Lima tahun lagi bisa muncul angkanya dari pusat," kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sumenep, Ellya Fardhasah, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Ia mengatakan penanganan stunting tak bisa hanya disandarkan pada Dinkes, tetapi juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. Sebab, stunting tidak hanya soal faktor kesehatan, melainkan juga lingkungan seperti sanitasi dan pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, cara paling pas dalam penanganan stunting adalah pencegahan. Sejak ibu hamil hingga anak berumur dua tahun, asupan gizi seimbang harus benar-benar diperhatikan.
 
"Makanya kalau sudah kena stunting, sangat susah untuk disembuhkan, apalagi sampai anak berumur di atas lima tahun," jelasnya.
 
Di Sumenep, lanjutnya, anak yang ditemukan terindikasi stunting, akan diberikan makanan tambahan. Salah satu ciri anak terkena stunting yaitu berat badannya lebih rendah dibandingkan anak-anak sebaya.
 
"Faktor kesehatan hanya berpengaruh 30 persen, 70 persen lainnya dipengaruhi faktor lain," jelas dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif