Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)

Pariwisata Bali Turun 27% Terdampak Virus Korona

Nasional Virus Korona pariwisata daerah
Arnoldus Dhae • 10 Februari 2020 18:40
Denpasar: Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa mengatakan pariwisata Bali mengalami penurunan sebanyak 27 persen pasca-mewabahnya virus korona. Penurunan jumlah kunjungan berasal dari turis Tiongkok.
 
"Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27 persen. Sementara market yang lain masih on schedule, belum ada yang cancel," ujarnya, Senin, 10 Februari 2020.
 
Menurut Putu, penurunan angka kunjungan wisata terjadi setelah pemerintah menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya Bali ramai turis asal negeri tirai bambu saat perayaan imlek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi selain bulan ini memang low season, penutupan (penerbanagan) juga berpengaruh signifikan untuk kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Karena bulan ini biasanya wisatawan Tiongkok ke Bali, bertepatan dengan hari raya Imlek," jelasnya.
 
Ia memerinci, dari 6,3 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada 2019, sebanyak 1,185 juta di antaranya adalah wisatawan asal Tiongkok. Putu menegaskan penurunan hanya terjadi di angka satu jutaan itu, sedangkan angka kunjungan lain relatif aman.
 
Selain itu, ia menambahkan Pemprov Bali tengah membidik wisatawan selain Tiongkok untuk datang ke Bali. Sejumlah upaya seperti membuat paket wisata murah dengan memberi diskon seperti penerbangan, hotel, biro perjalanan, hingga atraksi wisata, akan dilakukan untuk menggaet para wisatawan.
 
"Karena kasus ini kita akan gaet wisatawan Eropa, Australia atau Amerika untuk datang ke Bali," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif