Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Aktivitas Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Naik Selama AKB

Nasional penerbangan Virus Korona
Mustholih • 18 Agustus 2020 14:57
Semarang: Jumlah penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, berangsur naik selama dua bulan terakhir. Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) jumlah penerbangan mengalami peningkatan signifikan.
 
Pejabat sementara Manajer Umum Bandara Ahmad Yani, Agus Sina, mengatakan dengan tidak diberlakukannya ketentuan pembatasan perjalanan orang, aktivitas penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani kembali tumbuh perlahan.
 
Ia membeberkan, trafik penerbangan di Bandara Ahmad Yani pada Mei 2020 tercatat sebanyak 126 pergerakan pesawat dengan 2.179 penumpang, dan 146.517 kilogram kargo. Namun, pada Juni 2020, jumlah itu naik tajam dengan perincian, pergerakan pesawat meningkat 266 persen, penumpang sebesar 1.065 persen, dan kargo 207 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Produksi Beras dari Indramayu Tertinggi Nasional
 
"Selama Juni 2020, pergerakan pesawat sebanyak 461 pesawat, peningkatan penumpang 25.390 orang, dan kargo sebanyak 450.556 kilogram," ujar Agus, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Agus mengungkapkan pada Juli 2020, trafik penerbangan di Bandara Ahmad Yani juga cenderung meningkat. Ketimbang bulan sebelumnya, jumlah pergerakan pesawat meningkat menjadi 834 pesasat atau 81 persen.
 
"Sementara peningkatan pergerakan penumpang sebesar 109 persen, yaitu sebanyak 53.155 penumpang dan peningkatan pergerakan kargo sebesar 22 persen, yaitu sebanyak 549.970 kilogram," paparnya.
 
Baca juga:Pemkot Depok Fokus Berdayakan UMKM Hadapi Pandemi
 
Selain itu, kata Agus, Bandara Ahmad Yani berkomitmen mencegah penyebaran virus korona di Semarang dan Jawa Tengah. Setiap pengunjung dan calon penumpang pesawat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
 
“Saya beserta jajaran mengapresiasi capaian dan kerja sama dalam mengawal pencegahan penyebaran covid-19 dan mengawal pelaksanaan perjalanan orang pada masa adaptasi kebiasaan baru ini," ungkapnya.
 
Virus korona sempat menghambat aktivitas penerbangan di Bandara Ahmad Yani di masa awal-awal penyebaran covid-19. Pada 11 Maret 2020, Bandara Ahmad Yani sempat menyatakan mengalami penurunan jumlah penumpang sampai 23 persen. Bahkan, pada saat itu, Bandara mengaku sudah merugi Rp9 miliar.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif