ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.

Ratusan Guru Honorer di Jepara Belum Masuk Dapodik

Nasional tenaga honorer
Rhobi Shani • 22 Januari 2020 18:04
Jepara: Sekitar 500 guru honorer di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, belum masuk daftar pokok pendidik (Dapodik). Guru honorer tersebut tidak diangkat oleh pemerintah kabupaten, melainkan komite sekolah. Hal tersebut terjadi lantaran pemerintah sudah tidak boleh menerima guru honorer, tetapi sekolah kekurangan guru.
 
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono, mengatakan ratusan guru honorer yang tidak masuk dalam Dapodik itu akan mengisi kekurangan guru di sekolah. Tidak ada kontrak kerja guru dengan pemerintah kabupaten maupun dengan Disdikpora.
 
"Ya semacam guru tapi seperti relawan yang mau mengisi kekosongan. Itu keberanian sekolah (menerima guru) mensikapi kekurangan guru karena kami sudah tidak boleh mengangkat guru honorer lagi, jadi guru itu diterima mengajar tapi datanya tidak masuk (Dapodik)," kata Agus di Jepara, Rabu, 22 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan Guru yang diangkat oleh sekolah itu melalui rapat komite sekolah bersama tokoh masyarakat, guru, dan pengawas sekolah. Uang untuk membayar gaji guru tersebut bukan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Juga bukan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
"Yang mengangkat (guru) komite, nanti yang membayari (gaji guru) komitenya karena dana BOS sudah tidak boleh untuk bayar gaji guru," jelas Agus.
 
Cara lain mengisi kekosongan guru di sekolah dengan memaksimalkan kinerja guru yang ada, yaitu mengajar di lebih dari satu sekolah.
 
Ketua Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT) Kabupaten Jepara, Muhammad Choiron Natsir, mengakui kekurangan guru, terutama di sekolah dasar (SD). Pihaknya meminta pemeritah daerah untuk tidak menerima guru honorer sebelum guru honorer yang ada saat ini diangkat jadi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
 
"Sebaran guru di Jepara ini tidak merata, tapi sebagain besar memang banyak sekolah yang kekurangan guru," kata Choiron.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif