Seorang warga melakukan ujian praktik pembuatan SIM baru di Polresta Sidoarjo. (Foto:Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Seorang warga melakukan ujian praktik pembuatan SIM baru di Polresta Sidoarjo. (Foto:Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Polresta Sidoarjo Optimalisasi Pelayanan Publik

Nasional pelayanan publik
Syaikhul Hadi • 12 September 2019 14:18
Sidoarjo: Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, terus mengoptimalkan kualitas pelayanan publik. Sejumlah terobosan berbasis teknologi pun terus ditingkatkan.
 
Mulai dari pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) daring, layanan SKCK keliling, surat izin mengemudi elektronik (e-SIM), smart driving test, dan layanan di Mal Pelayanan Publik. Termasuk juga pengaduan secara daring, layanan hilang daring, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) daring, e-pemakaman, jenguk nyaman, Delta Siap, dan sejumlah layanan lain.
 
"Program-program itu sudah berjalan baik. Dan kami terus berupaya untuk meningkatkannya, agar bisa semakin maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Zain Dwi Nugroho, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zain mencontohkan dalam program jenguk nyaman. Sejak April 2019 telah dibangun layanan khusus besuk tahanan yang dilengkapi ruang tunggu, tempat bermain anak, ruang menyusui, loker penyimpanan, dan sebagainya.
 
"Seperti di film-film, pembesuk tidak bisa bersentuhan dengan tahanan. Ada kaca dan teralis pemisah. Jadi, pembesuk komunikasinya lewat telpon ini," ujar Zain.
 
Proses besuk juga diawali dengan pendaftaran via daring. Melalui aplikasi itu pembesuk dapat nomor antrean dan menunggu giliran bertemu tahanan sesampainya di Polres.
 
Program lain yang juga terus ditingkatkan adalah e-SIM dan smart driving online. Pengurusan SIM secara daring dan penerapan sistem sensor pada uji praktik SIM yang sudah diluncurkan sejak Desember 2018 itu juga terus dilakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan.
 
"Beberapa waktu lalu, sensor yang dipakai juga sudah diperbarui dengan sistem yang baru. Lebih aman dan efektif. Demikian halnya ruang pelayanan pengurusan SIM, juga diubah sedemikian rupa untuk memudahkan pemohon saat mengurus," tegasnya.
 
Dengan e-SIM, proses mengurus SIM baru atau perpanjangan bisa lewat aplikasi. Untuk perpanjangan SIM, pemohon hanya perlu mengisi formulir dalam aplikasi. Setelah lengkap, pemohon akan mendapat kode khusus yang dikirim via surel.
 
"Kode booking tersebut dibawa ke Satpas, kemudian dilengkapi dengan foto kopi KTP dan surat keterangan kesehatan. Ditunjukkan ke petugas, kemudian diproses verifikasi, lanjut foto dan tanda tangan," tambah dia.
 
Sedangkan pengajuan SIM baru, selain mengisi formulir dalam aplikasi, pemohon juga harus melalui proses ujian praktik dan uji tulis. "Dengan e-SIM, poses pengurusan bisa lebih cepat, tidak perlu antre dan tidak perlu mengisi formulir lagi saat di Satpas," lanjutnya.
 
Beberapa warga mengaku sudah merasakan manfaat dari digitaliasasi layanan itu. Warga Buduran, Imam Sadad, misalnya, merasa mebih mudah saat melakukan perpanjangan SIM.
 
"Daftar lewat online, dan bisa memilih harinya. Sehingga saya bisa menyesuaikan waktu longgar saya. Tidak menganggu aktivitas pekerjaan," katanya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif