Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Ancaman Longsor Dominan di Kulon Progo

Nasional bencana longsor
Ahmad Mustaqim • 04 November 2019 13:40
Kulon Progo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan ancaman longsor cukup besar memasuki musim penghujan. Sejak akhir Oktober 2019, kawasan Kulon Progo dan sektarnya mulai memasuki musim hujan.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi menjelaskan, ada 50 titik rawan longsor. Titik-titik rawan longsor dominan di kawasan perbukitan.
 
"Kawasan rawan longsor ini ada di Kecamatan Kalibawang, Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh," kata Ariadi di Kulon Progo, Senin 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain longsor, adapula ncaman pohon tumbang dan banjir. Ancaman banjir berada di kawasan sepanjang Sungai Serang. Peristiwa banjir juga terjadi pada musim hujan sebelumnya.
 
Ia mengungkapkan BPBD mulai menyiagakan personel untuk siaga 24 jam. Personel ini dibantu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Selain itu, BPBD juga telah menempatkan puluhan alat pendeteksi longsor atau early warning system (EWS) di berbagai titik.
 
Ariadi menyebut ada 90 EWS tersebar di Kulon Progo. Puluhan EWS itu tiga di antaranya terpasang di Dusun Jeruk, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh; Dusun Klepu, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang; dan Dusun Ngrancak, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo.
 
Ia mengakui sejumlah EWS sudah tidak berfungsi. Tapi, ia menyebut struktur tanah di sejumlah lokasi sudah menguat.
 
"Jadi bisa dikatakan cukup aman. Meski demikian warga harus tetap waspada," ujar Ariadi.
 
Ariadi mengimbau masyarakat waspada ancaman angin kencang yang kerap terjadi saat musim hujan dan menimbulkan pohon tumbang. Pohon tumbang, kata dia, bisa mengancam bangunan hingga nyawa seseorang.
 
"Ancaman bencara hidrometeorologi ini juga terjadi pada Maret 2019," imbuhnya.
 
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Suhardiyana, menambahkan ancaman bencana tanah longsor berada di kawasan utara Kulon Progo. Sementara, ancaman banjir berada di Kulon Progo sisi selatan.
 
"Banjir juga berpotensi, menyergap daerah selatan Kulon Progo. Meski sudah ada normalisasi aliran sungai tapi tetap kita waspadai," kata Suhardiyana.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif