Stadion GBT. Istimewa
Stadion GBT. Istimewa

Sambut U-20, Akses Menuju Stadion GBT Surabaya Mulai Dibangun

Nasional Piala Dunia U-20
Syaikhul Hadi • 31 Oktober 2019 18:40
Surabaya: Pemerintah kota Surabaya mulai membangun akses jalan menuju Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Pembangunan itu sebagai persiapan penyelenggaraan piala dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
 
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan salah satu rekomendasi dari PSSI dan FIFA untuk menggelar pertandingan internasional yakni harus tersedianya akses jalan. Saat ini, tiga akses jalan menuju GBT yang dipersiapkan.
 
"Meliputi, akses dari Gendong, kemudian Pakal, Benowo serta fly over yang mengarah ke Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) hingga ke GBT," kata Eri Cahyadi, Kamis, 31 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, dari jalan Teluk Lamong, masuk ke JLLB menuju Gelora Bung Tomo harus melewati beberapa persilangan yang harus dibebaskan. Sedangkan akses dari Gendong sampai jalan tol sudah dilebarkan, namun kemudian menyempit setelah GBT.
 
Untuk memperlebar akses jalan di kawasan itu, pemerintah kota telah membebaskan lahan, sedangkan pelaksanaan pekerjaan pelebaran akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.
 
“Posisinya nanti, mulai tol sampai rel kereta sudah dibebaskan semua,” ungkapnya.
 
Sementara, untuk renovasi GBT, Eri menyebut pada 2019 ini perbaikan yang dilakukan meliputi scoring board, penambahan lampu dari 800 watt menjadi 1.200 watt, serta perbaikan sisi depan stadion.
 
“Kita cat semua. Kemudian, dibetulkan screen yang copot, pavingnya di tata, pintu masuknya. Setiap sisi ada perbaikan,” jelasnya.
 
Sementara pada tahun 2020 nanti, rencananya pemerintah kota akan melakukan perbaikan single seat di semua sisi, pembenahan ruang pers dan official. Dengan pembenahan ini, nantinya ada jalur khusus yang tak bersinggungan dengan penonton.
 
Sementara, setiap sisi pintu masuk Gelora Bung Tomo akan dibuatkan toilet, musala, serta penerangan. Setiap tempat duduk penonton akan diberi lampu, sehingga mereka bisa menyaksikan pertandingan dengan nyaman.
 
“Perbaikan juga dilakukan di ruang ganti, ruang pemain disediakan jacuzzi, kemudian ada sauna. Ruang ganti dan loker berstandar internasional, termasuk kamar mandi, toiletnya,” terangnya.
 
Untuk perbaikan lampu, jika sebelumnya mengunakan daya listrik sebesar 1.400 watt, maka akan diubah menjadi 2.400 watt pada tahun depan. Adapun rumput, pembenahan yang dilakukan, baik rumput alami untuk lapangan, maupun rumput sintetis untuk kegiatan warming up harus mengacu pada standar FIFA.
 
“Di belakang gawang, kita kasih sintetis untuk warming up. Kita sudah berkoordinasi untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya,” tandasnya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif