Santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengambil sampel air yang diduga tercemar limban Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Kamis, 29 Agustus 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.
Santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengambil sampel air yang diduga tercemar limban Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Kamis, 29 Agustus 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Kualitas Air dan Udara Pesantren di Tangerang Diuji

Nasional keracunan lingkungan hidup
Hendrik Simorangkir • 04 September 2019 11:26
Tangerang: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik menyatakan kembali menguji laboratorium air dan udara di sekitarPesantren Nurul Hikmah Pasar Kemis, Tangerang, Banten, yang mengalami keracunan. Pengujian dilakukan karena belasan santri kembali mengalami pusing, mual, dan sesak napas.
 
"Termasuk pabrik yang disinyalir menyebabkan itu (keracunan). Hasilnya diperlukan waktu sekitar 10 hari untuk mengetahui hasil lab tersebut," ujar Ahmad, Rabu, 4 September 2019.
 
Ahmad mengatakan dua perusahaan diduga jadi penyebab belasan santri mengalami keracunan. Posisi kedua pabrik tidak terlalu jauh dari pesantren.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kurang lebih satu kilometer dari pesantren. Sepanjang pabrik ke pesantren dipadati rumah warga. Tapi warga tidak mengeluh adanya perusahaan dan aktivitas warga berjalan normal. Jadi perlu kita uji laboratorium juga," jelasnya.
 
Ia menjelaskan kejadian keracunan baru kali pertama terjadi setelah pesantren 15 tahun berdiri. Pihak pesantren pun tidak tahu penyebab keracunan.
 
"Dan keterangan beberapa korban santri yang saya tanyakan juga baru mengalami sakit ini baru ini terjadi. Tunggu hasil dari laboratorium hasilnya ya," ujar dia.
 
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menuturkan pengecekan limbah pabrik di lingkungan sekitar Pesantren Nurul Hikmah harus dituntaskan. Dia berharap tidak ada lagi kasus serupa.
 
"Sudah saya instruksikan untuk DLHK mengecek limbah air dan udara di sekitar lokasi. Selain DLHK, camat setempat dan para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus cari tahu jua penyebab ini terjadi," jelas Zaki.
 
Belasan santri Pesantren Nurul Hikmah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, harus dilarikan ke Puskesmas setempat karena diduga keracunan polusi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari salah satu pabrik.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif