Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal. ANTARA/ Mansur
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal. ANTARA/ Mansur

BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Hujan Lebat

Antara • 20 Maret 2022 16:25
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat setempat mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Masyarakat juga diminta waspada bencana yang bisa ditimbulkan dari kondisi tersebut.
 
"Peluang cuaca buruk itu berpotensi terjadi sore hari," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal, di Lebak, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Baca: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah hingga 3 Hari Mendatang
 
Permintaan kewaspadaan itu disampaikan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. BPBD Lebak telah menyampaikan permintaan kewaspadaan ke seluruh desa/ kelurahan dan kecamatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah potensi bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung.
 
Selain itu juga pengemudi angkutan jika hujan lebat disertai angin kencang dan petir, sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan guna menghindari pohon roboh.
 
Saat ini, kata dia, banyak pohon yang berada di tepi jalan sudah usia tua dan keropos.
 
"Peringatan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," jelasnya.
 
Menurut dia BPBD Lebak kini menjalin kerja sama dengan koordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI, Polri, BNPB, Kantor SAR Banten, DPUPR, Dinsos, PLN, Satpol PP dan Relawan.
 
Kerja sama koordinasi itu untuk memberikan pertolongan evakuasi maupun kemudahan penanganan pascabencana.
 
Selain itu juga BPBD Lebak mempersiapkan stok logistik, sehingga tidak terjadi kerawanan pangan.
 
"Kami berupaya maksimal untuk penanganan pascabencana sehingga tidak menimbulkan kerawanan pangan maupun serangan penyakit," ungkapnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif