Konferensi pres kasus bentrokan pemuda antardesa di Mapolres Jepara. Medcom.id/ Rhobi Shani.
Konferensi pres kasus bentrokan pemuda antardesa di Mapolres Jepara. Medcom.id/ Rhobi Shani.

2 Pelaku Pembacokan dalam Bentrokan Maut Antardesa di Jepara Dibekuk

Rhobi Shani • 26 Mei 2022 15:20
Jepara: Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara menangkap dua pelaku bentrok pemuda antardesa di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara beberapa waktu lalu. IS, 31 tahun dan MS, 20 tahun ditangkap lantaran menyebabkan nyawa korban FR, 30 tahun, melayang saat bentrokan.
 
Kapolres Jepara, AKBP Warsono, mengatakan kedua pelaku bentrok ditangkap pada Selasa, 24 Mei 2022. Kedua pelaku ditangkap di rumah keluarganya di Kota Bekasi, Jawa Barat.
 
"Setelah kejadian tim Resmob Polres Jepara dan Polda Jateng bergerak melakukan pencarian. Kedua pelaku ditangkap di rumah keluarganya yang beralamat di Kota Bekasi, Jawa Barat," terang Warsono saat konferensi pers, Kamis, 26 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ditangkap, kedua tersangka sedang bekerja di tempat keluarganya itu. Kemudian, petugas langsung membawa kedua pelaku ke Polres Jepara untuk diperiksa lebih lanjut.
 
Tersangka IS merupakan pelaku yang membacok korban dengan menggunakan parang. Akibat bacokan di leher itu, kerongkongan dan urat napas korban putus. Selain itu, sabetan parang juga mengenai dada korban.
 
Baca: Pemuda di Jepara Tewas dengan Leher Tersayat
 
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi bentrokan pemuda antardesa. Yaitu Desa Muryolobo dan Ngetuk pada 15 Mei 2022. Bentrokan tersebut menewaskan FR, warga Desa Muryolobo. FR tewas seketika.  Dua korban lainnya, SA, 34 tahun dan FD, 27 tahun, sebelumnya mengalami luka-luka saat ini dalam kondisi stabil.
 
"Terhadap kedua pelaku, kami sangkakan dengan Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHP. Dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Warsono.
 
Tersangka MS mengatakan, saat dirinya nongkrong bersama rekan-rekannya dilempar botol minuman beralkhohol dan batu oleh seseorang yang diduga warga Muryolobo. Usai melempar botol dan batu, orang tersebut mengacungkan celurit.
 
"Setelah dilempar itu jalan ke Sempu di sana sudah ada orang Muryolobo banyak sekali, ada sekitar 20 orang lebih," kata MS.
 
Ketika MS bersama warga Desa Ngetuk lainnya mendatangi warga Muryolobo, datang ketiga korban dengan mengendarai sepeda motor, lalu dikeroyok.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif