Penggiringan gajah liar di Dusun Jalung, Desa Blangrakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Medcom.id/ Fajri Fatmawati
Penggiringan gajah liar di Dusun Jalung, Desa Blangrakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Medcom.id/ Fajri Fatmawati

Penggiringan Gajah Liar di Bener Meriah Usai Warga 2 Desa Mengungsi

Nasional aceh Hewan Dilindungi Gajah Sumatera Hewan Langka
Fajri Fatmawati • 03 Desember 2021 00:13
Bener Meriah: Suara mercon saat siang bolong yang diletuskan warga mengejutkan kawanan gajah liar di wilayah konsesi perusahaan perkebunan Dusun Jalung, Desa Blangrakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
 
Satu persatu mercon dibakar dan ditembakkan ke udara unguk menggiring kawanan gajah liar agar keluar dari wilayah perkampungan. Dentuman mercon yang terdengar sangat kuat membuat kawanan gajah liar menjauh dari titik suara.
 
Baca: Dua Warga Bireun Tewas Tertimbun Tebing Longsor

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggiringan Gajah Liar di Bener Meriah Usai Warga 2 Desa Mengungsi

Warga menyiapkan mercon untuk menggiring gajah liar dari perkampungan. Medcom.id/ Fajri Fatmawati
 
Dari atas bukit di kawasan budidaya hutan di Kabupaten Bener Meriah itu tiba-tiba terdengar suara gajah liar yang sambut menyambut bergema dari dalam hutan, seolah kawanan gajah liar tersebut sedang memberi kode alam pada kawanan lain agar tidak terpisah dari kelompoknya.
 
Penggiringan kawanan gajah liar tersebut telah dilakukan sejak Senin, 29 November 2021, yang berawal dari Dusun Ali Ali kemudian setelah dilakukan penggiringan kawanan gajah tersebut terpencar menjadi kelompok-kelompok.
 
"Kita sedang melakukan pengiringan, jadi kita fokuskan pada gajah yang berkelompok. Awalnya gajah itu di Dusun Ali Ali, kemudian terpencar menjadi kelompok, jadi yang satu kelompok perkiraan ada sekitar 30 ekor sudah kita sebarkan keluar dari fencing (pagar kejut)," kata Ketua Conservation Respon Unit (CRU) Peusangan, Syahrul Rizal, kepada Medcom.id di Bener Meriah, Kamis, 2 Desember 2021.
 
Kemudian, lanjut Syahrul, saat ini pihaknya sedang menyisir kelompok gajah liar lainnnya yang tersisa yang diperkiraan ada 11 ekor yang masih berada dalam perkampungan.
 
"Untuk kerusakan tanaman masyarakat pasti ada seperti pinang, tanaman cabe, sehingga mengakibatkan perkebunan masyarakat rusak sebagian dan pondok-pondok (rumah petani di perkebunan) juga dirusak di kawasan dusun Ali Ali. Tapi dominannya itu tanaman pinang dan pondok warga yang dirusak," jelasnya.
 
Syahrul mengungkapkan penggiringan dilakukan secara manual dengan menggunakan mercon yang melibatkan masyarakat dua desa bersama anggota CRU dan masyarakat Desa Negeri Antara, kemudian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
 
"Kita juga bergabung dengan masyarakat Desa Rakal, untuk menggiring kelompok kawanan gajah liar yang masih berada di atas sini. Semua personil kita dari CRU ada enam orang, dari masyarakat Desa Blang Rakal ada lima orang dan masyarakat dari desa Negeri Antara itu ada empat orang yang melakukan penggiringan," ungkapnya.
 
Sementara Kepala Dusun Jalung, Untung Sulaiman, mengatakan hingga saat ini warga masih melakukan aktivitas berkebun di kawasan tersebut, namun jika ada penggiringan gajah liar warga di peringatkan untuk segera meninggalkan lokasi perkebunan.
 
"Kalau untuk saat ini berkebun masih diperbolehkan tapi kalau ada instruksi dan penggiringan baru warga kita suruh untuk meninggalkan tempat agar tidak ada korban," kata Untung.
 
Untung berharap Pemerintah Daerah memperhatikan nasib warga yang terdampak konflik antara gajah dan manusia. Pihaknya meminta agar pemerintah kembali memperbaiki dan merawat fensing yang telah rusak.
 
"Kami berharap pemerintah daerah saling membantu untuk kemakmuran, dan juga merawat fencing agar masyarakat bisa aman hidup berdamping dengan gajah," jelasnya.
 
Sebelumnya kawanan gajah liar memasuki permukiman warga dan perkebunan di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kawanan gajah liar tersebut merusak rumah di perkebunan warga sehingga mengakibatkan warga di dua desa di daerah tersebut terpaksa mengungsi.
 
Dua desa tersebut ialah, Desa Negeri Antara dan Blang Rakal. Sebanyak 18 rumah rusak ringan hingga berat. Korban terdampak dalam kejadian itu, sebanyak 16 orang yang berada di Desa Negeri Antara dan dua orang di Desa Blang Rakal.
 
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kawanan gajah liar itu masih di wilayah aktivitas warga setempat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, dalam keterangan tertulis.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif