Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Pungli SMA Negeri 1 Makassar Kesepakatan Kepsek dan Komite

Nasional penipuan pungli
Muhammad Syawaluddin • 14 Agustus 2019 20:11
Makassar: Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Makassar dari pemeriksaan Tim Saber Pungli Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan atas kerjasama kepala sekolah dan komite sekolah.
 
"Punglinya itu tidak hanya kepala sekolah. Itu juga atas sepengetahuan komite sekolah jadi memang ada kesepakatan bersama untuk melakukan permintaan (pungli) itu," kata Sekretaris Unit Pemberantasan Pungli Sulawesi Selatan, Muh. Salim Basmin saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Baca: Pelaku Pungli di SMA Negeri 1 Makassar Terancam Pidana

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salim menjelaskan pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah bersama dengan komite sekolah tersebut meski dengan alasan untuk kepentingan dan keperluan sekolah namun cara atau proses yang dilakukan oleh pihak terlibat tidak dibenarkan.
 
"Jadi dipersyaratkan untuk memberikan sumbangan, tapi proses permintaan sumbangan itu dimulai dengan wawancara segala macam dan dipersyaratkan jadi memang ada unsur pungutan terhadap orang tua," jelas Salim.
 
Selain pungutan terhadap siswa pindahan, Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Syafruddin juga terbukti telah melakukan tindakan yang merugikan siswa dengan meluluskan dua anak meski nilai mereka tidak memenuhi syarat.
 
Syafruddin, kata Salim, mengakui hal itu. Tapi, pihaknya masih mendalami lagi terkait itu. "Kepala sekolah (Syafruddin) mengakui dia meluluskan dua orang untuk masuk ke SMA 1 Makassar, yang tidak memenuhi syarat untuk diterima dan itu masih didalami," beber Salim.
 
Menurut Salim tim Saber Pungli hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus pungutan liar yang terjadi di SMA Negeri 1 Makassar tersebut. Pihaknya saat ini berencana untuk memeriksa komite sekolah untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan mereka.
 
"Komite sekolah mengetahui, belum kita panggil tapi rencana kita akan panggil untuk diperiksa," pungkas Salim.
 
Sebelumnya Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Sulawesi Selatan menemukan adanya dugaan pungutan liar di SMA Negeri 1 Makassar. Temuan itu berdasarkan laporan dan aduan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh tim.
 
Saat ini, Tim Saber Pungli tengah mendalami adanya indikasi pungli tersebut di sekolah ternama di Sulawesi Selatan itu. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Makassar, Syafruddin saat ini dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan Sulsel, hingga hasil pemeriksaan terbit.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif