Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Ruang Gerak Radikalsme di Sidoarjo Dipersempit

Nasional radikalisme
Syaikhul Hadi • 18 November 2019 09:57
Sidoarjo: Polresta Sidoarjo memperketat ruang gerak radikalisme di Sidoarjo, Jawa Timur, pun untuk anggotanya. Aksi teror pernah terjadi di Sidoarjo beberapa waktu lalu.
 
"Dari beberapa kejadian yang sudah ada, itu sudah menunjukkan bahwa tingkat masyarakat di Sidoarjo ada potensi Masalah radikalisme," ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Zain Dwi Nugroho, di Sidoarjo, Senin, 18 November 2019.
 
Pihaknya berupaya bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat di antaranya Kemenag, Pemda, MUI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, kalangan pemuda dan lainnya, untuk turut serta mengawasi potensi radikalisme di Sidoarjo. Dia juga meminta masyarakat untuk mengawasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena jumlah polisi dengan masyarakat kisaran 1 banding 1500. Ini kan cukup besar. Makanya, tanpa bantuan masyarakat, kita juga tidak bisa mengawasi," jelasnya.
 
Masyarakat diminta melapor jika ada kegiatan yang mengarah ke radikalisme. Sehingga aksi teror bisa dicegah.
 
Dia memastikan anggotanya tak luput dari pengawasan internal untuk mencegah berkembangnya radikalisme. Dia menekankan antisipasi dilakukan di jajaran kepolisian.
 
"Selain kegiatan preventif, kita juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif terutama penguatan dalam hal agama, berbangsa dan bernegara. Harapannya, aksi aksi seperti itu tidak kembali terjadi di Sidoarjo," tandasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif