Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Sistem Peringatan Dini Banjir di Bantul Masih Terbatas

Nasional bencana banjir
Antara • 21 November 2019 12:53
Bantul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut early warning system atau sistem peringatan dini untuk bencana banjir yang terpasang di wilayah ini masih terbatas dan perlu ditambah.
 
"Early warning system untuk banjir masih sangat terbatas, dan itupun juga belum teruji terkait dengan apakah EWS itu mampu betul-betul menjadi sebuah acuan untuk peringatan dini masyarakat," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto saat dikonfirmasi, Kamis, 21 November 2019.
 
Dwi tidak merinci berapa titik EWS untuk banjir yang sudah terpasang, namun diakui belum menjangkau wilayah-wilayah Bantul yang berpotensi mengalami banjir apabila terjadi hujan deras, sementara titik yang sudah terpasang, masih perlu pengembangan dari sisi teknologinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang sebuah teknologi itu perlu terus pengembangan, itu terkait dengan banjir. Akan tetapi kalau yang terkait tanah longsor memang sudah ada beberapa titik EWS, kurang lebih kita sudah memasang 10 titik untuk EWS longsor," jelas Dwi.
 
Menurut Dwi ancaman potensi tanah longsor di Bantul jumlah sebarannya masih lebih banyak dari jumlah sistem peringatan dini yang saat ini terpasang, karena itu ke depan juga perlu penambahan EWS dan inovasi teknologi yang diterapkan.
 
"Ke depan kita akan melihat efektifitas dari 10 EWS longsor itu, kalau betul-betul efektif kita akan kembangkan peralatan dan menambah pemasangan di beberapa titik, namun demikian kalaupun nanti alat tersebut perlu evaluasi, kita akan evaluasi," ungkap Dwi.
 
Dwi mengatakan yang paling penting adalah bagaimana warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana baik banjir dan tanah longsor tersebut bisa mengembangkan kearifan lokalnya dalam artian dapat melakukan deteksi dini atau memahami tanda-tanda longsor seperti apa.
 
"Ini yang perlu diketahui masyarakat, sehingga manakala sudah mengetahui dan deteksi tanda tanda bencana akan terjadi masyarakat sudah bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang ada dan meminimalkan dampak korban baik jiwa maupun materi," pungkas Dwi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif