Petugas menunjukan rekaman CCTV letusan Gunung Merapi dari Pos Pengamat Gunung Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot)
Petugas menunjukan rekaman CCTV letusan Gunung Merapi dari Pos Pengamat Gunung Merapi, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot)

Erupsi Merapi Diprediksi Masih Terus Terjadi

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Ahmad Mustaqim • 18 November 2019 16:42
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Peningkatan ini baik dari aspek kegempaan hingga produksi magma yang berpotensi pada aktivitas letusan disertai luncuran awan panas.
 
"Kejadian letusan semacam ini dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida di Yogyakarta, Senin, 18 November 2019.
 
Letusan teranyar terjadi Minggu, 17 November 2019. Letusan yang terekam seismograf itu terjadi dengan durasi 155 detik dan meluncurkan awan panas sekitar satu kilometer ke arah Kali Gendol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, juga terjadi kolom asap setinggi 1.000 meter dari puncak Gunung Merapi. Termasuk menyebabkan hujan abu tipis di kawasan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
 
Hanik menjelaskan, ancaman letusan yang masih potensial terjadi yakni awan panas. Awan panas berasal dari bongkaran material kubah lava. Letusan juga bisa menyebabkan lontaran material vulkanik kurang dari tiga kilometer.
 
"Potensi lontaran material vulkanik ini berdasarkan volume kubah lava sebesar 416 ribu meter kubik berdasarkan data drone 30 Oktober 2019," jelasnya.
 
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas kegempaan juga terjadi pada 15-16 November. Catatan seismograf, gempa vulkano tektonik dalam 15 kali per hari dan gempa multifase 75 kali per hari.
 
Hanik menduga, peningkatan kegempaan ini akumulasi tekanan gas di bawah permukaan kubah yang berasal dari dapur magma di kedalaman lebih dari tiga kilometer.
 
"Masyarakat kembali kami imbau tetap tenang dan beraktivitas normal di luar radius tiga kilometer dari puncak. Informasi perkembangan Gunung Merapi akan terus kami perbarui," katanya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif