Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Provinsi Papua. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Provinsi Papua. Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Hasil Tes CPNS 2018 Papua Belum Jelas

Nasional CPNS
Roylinus Ratumakin • 21 Januari 2020 19:21
Jayapura: Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Nicolaus Wenda, mengatakan hingga hari ini pihaknya belum mendapat surat resmi dari Menpan RB terkait hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 untuk Papua.
 
Hal ini dikarenakan ada beberapa kabupaten yang belum menyerahkan hasil revisi soal kebutuhan pegawai kepada panitia seleksi nasional (Panselnas).
 
"Kabupaten yang belum serahkan hasil revisi, di antaranya Pegunungan Bintang dan Merauke," kata Wenda di Jayapura, Selasa, 21 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wenda menjelaskan Menpan RB mengharuskan setiap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk merevisi kebutuhan pegawai sesuai kebutuhan. Ini yang membuat hasil resmi belum ada sampai tahun ini.
 
"Jadi hasil revisi belum diserahkan ke Menpan, sehingga keterlambatan pengumuman hasil tes CPNS bukan karena kesalahan pemerintah pusat, tetapi Papua sendiri yang membuat lambat," jelas Wenda.
 
Sementara terkait isu yang berkembang, hasil tes CPNS 2018 tidak akan diumumkan, dirinya menegaskan hal itu tidak benar, karena hasil revisi sementara ditunggu Panselnas untuk dicek kembali, apakah sudah sesuai dengan permintaan atau tidak.
 
"Saya harap Pencaker untuk bersabar menunggu hasil itu, dan tidak percaya isu-isu yang beredar," ungkap Wenda.
 
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Paniai, Denci Meri Nawipa, meminta peserta tes CPNS formasi 2018 di wilayahnya untuk tidak mempercayai pengumuman hasil tes yang marak beredar di media sosial.
 
"Yang beredar di media sosial itu kabar bohong (hoax), karena hasil tes yang akan dikeluarkan nanti bukan hanya untuk Paniai saja, tetapi seluruh Papua dan Papua Barat yang akan diserahkan ke BKN kemudian diserahkan ke daerah," kata Nawipa.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif