Ayah Carmi, Ilyas. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan
Ayah Carmi, Ilyas. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan

Hilang di Arab Saudi, Carmi Dipulangkan dengan Penerbangan Khusus

Nasional tki
Fajar Nugraha • 09 April 2020 18:13
Riyadh: Carmi, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang hilang kontak 31 tahun di Arab Saudi, dipastikan pulang ke Tanah Air hari ini. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Carmi pulang dengan penerbangan khusus.
 
Baca: 31 Tahun Hilang Kontak, Carmi Dipulangkan Hari Ini.
 
Pada dasarnya Pemerintah Arab Saudi menerapkan larangan 24 jam keluar rumah dari kota-kota besar di Negeri Petrodolar itu. Namun untuk kepulangan Carmi dan WNI lainnya merupakan jalur khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“KBRI pulangkan jamaah umroh dan WNI tertahan dengan penerbangan khusus. Termasuk WNI yang 30 tahun tidak pulang (Carmi),” ujar Dubes Agus, kepada Medcom.id, Kamis, 9 April 2020.
 
Kepulangan sekitar 200 wni yang merupakan jemaah Umrah dah WNI itu, berlangsung pada Kamis ini, dengan pesawat pukul 11.20 waktu setempat.
 
“Alhamdulillah lobi KBRI bawa hasil. Semua lini kami lobi, termasuk Kemenlu, Kemenhaji Saudi, Kemendagri dan Imigrasi Arab Saudi. Lobi bahkan dilakukan ke GACA (General Authority of Civil Aviation/Otoritas Penerbangan Arab Saudi),” imbuh Dubes Agus.
 
“Sebelum terbang seluruh WNI kita cek kesehatan,” jelasnya.
 
Dubes Agus, Carmi dan ratusan WNI lainnya pulang menggunakan pesawat khusus Saudia airlines. Menurutnya, Kerajaan Arab Saudi berikan keistimewaan untuk Indonesia.
 
Sebelumnya, Bupati Cirebon, Imron, menuturkan dirinya mendapatkan informasi langsung dari KBRI Riyadh Arab Saudi, pada Rabu malam, 9 April 2020. Yakni warganya atas nama Carmi dan beberapa TKI lainnya bakal dipulangkan hari ini.
 
Ia memperkirakan Carmi dan rombongan PMI lainnya tiba di Jakarta, pada Jumat dini hari, 10 April 2020, yakni pukul 00.00 WIB. Dia mengaku telah menugaskan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon untuk berkoordonasi dengan tim Kementerian Tenaga Kerha dan tim kesehatan di Jakarta.
 

Imronk menambahkan, pihaknya menunggu keputusan tim di Jakarta, harus diisolasi atau tidak. Sesuai ketentuan, seharusnya mereka yang berasal dari negara terimbas covid-19 harus dikarantina selama 14 hari.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif