Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menampilkan daging babi sitaan yang menyerupai daging sapi. Foto: Antara
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menampilkan daging babi sitaan yang menyerupai daging sapi. Foto: Antara

Polresta Bandung Ungkap Peredaran Daging Babi Menyerupai Daging Sapi

Nasional penipuan
Antara • 12 Mei 2020 04:22
Bandung: Polresta Bandung menangkap empat orang pelaku pengedar daging babi yang dijual menyerupai daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Daging babi dicampur boraks.
 
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan empat pelaku itu berinisial T, 54, MP, 46, AR,38, dan AS, 39. Mereka, kata Hendra, mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks.
 
"Saudara T dan MP ini hanya warga ngontrak kurang lebih satu tahun, berasal dari Solo. Barangnya ini dikirim oleh temannya dari Solo kesini dengan menggunakan mobil pikap," kata Hendra di Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Senin, 11 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendra menjelaskan, T dan MP berperan sebagai bandar. Sedangkan AR dan AS berperan sebagai bandar sekaligus pengecer ke pasaran. "Saudara AR ini menjual di daerah Majalaya, lalu saudara AS menjual di daerah Baleendah," kata dia.
 
Hendra mengimbau masyarakatberhati-hati dengan adanya daging babi yang menyerupai daging sapi yang beredar di wilayah Kabupaten Bandung. Harga daging dijual lebih murah daripada daging sapi biasanya.
 
Awalnya, pelaku yang berinisial T dan M membeli seharga Rp45.000 per kilogram dari Solo, kemudian diolah dan dijual seharga Rp60.000 di tingkat bandar. Menurut Hendra, ada beberapa warga yang mendatangi langsung ke rumah pelaku.
 
Kemudian dari tingkat bandar, dibagi lagi ke tingkat pengecer kepada AR dan AS. Mereka menjual harga Rp85.000 sampai Rp90.000 per kilogram ke pasar dan masyarakat.
 
Sejauh ini, kata Hendra, mereka sudah melakukan aksinya selama kurang lebih satu tahun. Selama aksi itu, menurut Hendra sudah ada sebanyak 63 ton daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di masyarakat.
 
"Jadi secara fisik, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip, lebih merah seperti daging sapi," kata dia.
 
Dari kasus tersebut, polisi telah mengamankan total 600 kilogram daging babi. 500 kilogram di antaranya yang diamankan dari lemari pembeku dan 100 kilogram sisanya diamankan dari para pengecer.
 
Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 91 A juncto Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 juncto Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif