Jembatan Ciparempeng, Kampung Ciparempeng, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/Rizky Dewantara
Jembatan Ciparempeng, Kampung Ciparempeng, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/Rizky Dewantara

Lirih Warga Terdampak Longsor di Bogor Masih Terisolasi

Nasional bencana longsor
Rizky Dewantara • 10 Agustus 2020 14:37
Bogor: Warga Desa Cileuksa, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, yang terdampak bencana banjir dan longsor pada Januari 2020, meminta pemulihan infrastruktur. Pasalnya, hingga kini sejumlah infrastruktur yang memutus akses jalan belum juga diperbaiki. 
 
"Harusnya pemerintah bisa memfokuskan terkait infrastruktur, karena benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat," ungkap Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi,  ditemui di Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
Ujang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat sudah mengetahui kondisi Desa Cileuksa setelah diterjang bencana. Dia mengungkap, para dinas terkait pun telah ke memantau ke lokasi terdampak bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menginginkan infrastruktur diperbaiki mulai dari akses jalan, jembatan yang terputus. Kenapa, karena itu yang menunjang perekonomian, pendidikan juga kesehatan itu semua harus dimulai dari infrastruktur," tegasnya.
 
Baca: Hunian Tetap Korban Longsor Bogor Rampung April 2020
 
Ujang mengaku, belum ada perbaikan infrastruktur di desanya dengan luas 2.500 hektare. Dia mengungkap, di desanya terdiri dari 14 kampung yang merupakan terdampak paling parah.
 
"Kementerian PUPR hanya membangun jembatan sementara saat bencana longsor terjadi. Yaitu jembatan Cikeusal, Citilu dan Cisalim," ungkapnya.
 
Sementara itu, kata dia, warga desa berupaya gotong royong memperbaiki akses jalan dan membangun jembatan dibantu TNI. Dia mengungkap, terpenting ialah aktivitas warga desa tak lagi terhambat.
 
Dia menuturkan, di Desa Cileuksa ada tiga kampung yang terisolasi yakni kampung Ciparengpeng dengan jumlah penduduk 479 jiwa, Ciear 78 jiwa dan Cijairin 143 Jiwa. Dia menerangkan, akses jalan ke kampung tersebut masih sulit dilalui. 
 
"Kondisi jembatan sangat membahayakan keselamatan nyawa warga untuk dilintasi. Selama ini, sebagian warga nekat menggunakan kendaraan roda dua untuk  membawa kebutuhan hidup mereka ke dalam kampung," tutup Ujang. 
 
Yeyen, 42, warga Kampung Cileuksa Kaler, Desa Cileuksa, meminta agar Pemkab Bogor memperhatikan korban bencana longsor. Yeyen mengaku bingung kemana lagi harus mengadu. 
 
"Tolong jangan lupakan kami korban tanah longsor yang masih terisolasi karena akses jalan yang rusak," ujar yeyen saat ditemui di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Agustus 2020. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif