Korban Gempa Butuh Perangkat Sanitasi dan MCK
Warga yang menjadi korban guncangan gempa di Lombok beristirahat di sekitar posko pengungsian, dok: BNPB
Jakarta: Korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, membutuhkan bantuan berupa perangkat sanitasi mandi cuci kakus (MCK). Sementara jumlah pengungsi yang didata BNPB setelah gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang pada 5 Agustus 2018 mencapai 270.168 jiwa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan membutuhkan 500 perangkat sanitasi. Fasilitas itu, kata Basuki, akan segera dikirim dari Surabaya, Jawa Timur dan Jakarta.

"Untuk saat ini, yang terpenuhi baru 50-an," ujar Basuki di Kantor Presiden RI, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.


Sementara itu, para pengungsi menempati 100 posko. Selain sanitasi, pengungsi juga membutuhkan air bersih dan tenda.

Basuki menambahkan di Kabupaten Lombok Utara ada 12 sumur bor yang dimanfaatkan untuk membantu pengadaan air. Sebanyak 13 mobil tangki air juga dioperasikan ke daerah pengungsian.

Basuki mendata 12.278 rumah rusak ringan, 723 rumah rusak skala sedang, dan 9.220 rumah rusak berat. "(Rusak) Berat berarti sudah ambrol semua, kalau ringan mungkin masih
berani orang tinggal. Tapi kalau sedang, sudah tidak berani tinggal di rumah. Artinya apa, masa tanggap darurat ini agak lama," ujar Basuki.

Adapun tenda yang dibutuhkan untuk pengungsi dapat beristirahat lebih lama. BNPB pun telah mengirimkan tenda-tenda tersebut melalui udara.



(RRN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id