Puncak Gunung Merapi yang diselimuti awan terlihat dari Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Antara/Hendra Nurdiyansyah
Puncak Gunung Merapi yang diselimuti awan terlihat dari Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Antara/Hendra Nurdiyansyah

BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat

Nasional gunung merapi lereng merapi erupsi gunung
Antara • 31 Oktober 2020 02:13
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meningkat. Hal ini berdasarkan pemantauan selama sepekan.
 
"Terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik menunjukkan proses pergerakan magma menuju permukaan," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Hanik mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik itu terlihat dari intensitas kegempaan selama pekan ini yang lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi pada 23-29 Oktober 2020, terdapat 81 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 864 kali gempa Fase Banyak (MP), 10 kali gempa Low Frekuensi (LF), 367 kali gempa Guguran (RF), 286 kali gempa Hembusan (DG), dan tujuh kali gempa Tektonik (TT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan alat pemantau aktivitas gunung api atau electronic distance measurement (EDM) menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 4 sentimeter (cm) per hari. Namun, analisis morfologi area kawah Merapi berdasarkan foto dari sektor tenggara tak menunjukkan perubahan morfologi kubah.
 
"Penghitungan volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 29 Oktober 2020 sebesar 200.000 meter kubik," kata Hanik.
 
Baca: BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Kian Dekat
 
Sementara itu, cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah pada pagi hari. Sedangkan, siang hingga malam hari berkabut dan asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga tebal.
 
Pada 28 Oktober 2020, pukul 08.10 WIB, terdengar beberapa kali guguran dengan jarak luncur yang tidak teramati karena visual dominan berkabut. Dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, Hanik meminta radius tiga km dari puncak Gunung Merapi agar tetap dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
 
Hanik mengatakan guguran lava dan letusan eksplosif berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
 
"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif