Tim gabungan melakukan pengecekan sejumlah benda mirip serpihan badan pesawat dan pelampung di Perairan Kumai, Kobar, Kalteng. (Foto: ANTARA/Istimewa)
Tim gabungan melakukan pengecekan sejumlah benda mirip serpihan badan pesawat dan pelampung di Perairan Kumai, Kobar, Kalteng. (Foto: ANTARA/Istimewa)

Serpihan Bangkai Pesawat di Kalteng Ternyata Roket Milik Tiongkok

Nasional kecelakaan pesawat pesawat hilang pesawat jatuh
Antara • 06 Januari 2021 12:56
Palangka Raya: Berdasarkan hasil penyelidikan dari Polda Kalimantan Tengah beserta tim gabungan lainnya, sejumlah benda yang ditemukan di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang sempat diduga serpihan pesawat terbang, ternyata sebuah roket milik Tiongkok yang meledak di langit.
 
Kabid Humas Polda Kalteng Hendra Rochmawan, mengatakan hasil temuan di lapangan di bagian badan serpihan benda tersebut terdapat logo dengan tulisan CNSA (China National Space Administration) atau Badan Antariksa Nasional Republik Rakyat Tiongkok (RRC) yang bertanggung jawab untuk program ruang angkasa.
 
"Dari hasil penelusuran pemberitaan media daring nasional pada 10 April 2020, menyebutkan ada sebuah roket Tiongkok gagal mengorbitkan Satelit Palapa-N1 dan meledak di langit, sehingga dipastikan serpihan tersebut bukan pesawat terbang yang jatuh," ucap Hendra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, tim yang melakukan penyelidikan terkait temuan benda tersebut memperkirakan serpihan benda yang menyerupai badan pesawat itu jatuh di perairan Laut Jawa usai meledak di langit. Sehingga terbawa ombak dan terdampar di Teluk Ranggau Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Baca juga: Polda Kalteng Selidiki Dugaan Serpihan Bangkai Pesawat
 
Guna memastikan tentang serpihan benda menyerupai badan pesawat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam waktu dekat akan datang ke Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat dan direncanakan melakukan pemeriksaan sampel serpihan benda tersebut.
 
"Nanti juga akan dilanjutkan zoom meeting bersama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk memastikan benda yang ditemukan," tuturnya.
 
Selain itu, kata Hendra, temuan kedua sekitar 500 meter dari serpihan benda yang semula diduga pesawat, seperti setelan pelindung termal (insulated Immersion and Thermal Protective Suits) dan life jaket milik Kapal MV Yuan Wang Hai-Panama sudah dilakukan pengecekan.
 
Bahkan dari hasil pelacakan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) wilayah Kalteng, kapal MV Yuan Wang Hai-Panama berlayar dari Australia menuju Vietnam melewati Laut Jawa dan akan tiba di Vietnam pada 16 Januari 2021.
 
"Jadi terkait setelan pelindung termal dan life jaket milik kapal MV Yuan Wang Hai-Panama diduga dibuang atau jatuh oleh penumpang, sehingga terbawa arus ombak dan terdampar di pesisir pantai Teluk Rangau," jelas Hendra.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif