Pengawasan Lemah Ancam Keanaman Pelayaran

Mulyadi Pontororing 05 Juli 2018 15:47 WIB
pelayaran
Pengawasan Lemah Ancam Keanaman Pelayaran
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Manado: Dinas Perhubungan Sulawesi Utara menilai pengawasan lemah jadi faktor penyebab kecelakaan di pelayaran. Bahkan pengawasan lemah bisa menjadi faktor utama yang memicu kecelakaan.

Kepala Bidang Perhubunguan Laut Dinas Perhubungan Sulawesi Utara Stenly Patimbano mengatakan, kurangnya pengawasan menyebabkan keselamatan pada pelayaran tak bisa dijamin.

Dia mencontohkan ruang dispensasi untuk penumpang tambahan. Pada prinsipnya, jelas Watania, setiap kapal ada ruang dispensasi untuk menampung penumpang tambahan.


Namun, penumpang tambahan ini sering tidak dicatat. Sehingga, alat keselamatan seperti pelampung tidak cukup untuk seluruh penumpang jika terjadi kecelakaan.

"Larena penumpang tambahan tadi tidak masuk dalam daftar penumpang," kata Kabid Perhubunguan Laut Dishub Sulut Stenly Patimbano, saat ditemui di kantornya, Jalan RE Martadinata, Manado, Kamis, 5 Juli 2018.

Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari kelalaian petugas pengawas hingga kemungkinan main mata antara petugas dan penyedia jasa.

Pihaknya menggencarkan kampanye tentang kemanan dan kesalamatan pelayaran. Kampanye tentang Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan sejumlah peraturan menteri tentang standar dan keselamatan pelayaran penting dilakukan serta SOP.

"Hal ini untuk mencegah hal-hal yang kita tidak inginkan bersama seperti kecelakaan pelayaran seperti kasus yangvterjadi belakangan ini," kata dia.

Sulut memiliki 32 pelabuhan komersil dengan 10 perusahaan pelayaran yang beroperasi. Pelabuhan Manado menjadi pelabuhan tersibuk.

"Pelabuhan-pelabuhan penyebarangan yang cukup sibuk juga ada Pelabuhan Samudera Bitung, Siau, Melonguane, dan beberapa lainnya," bebernya.

Hal paling utama yang harus ada di kapal-kapal komersil adalah pelampung dan sekoci, selanjutnya tinggal masalah teknis lainnya.

"Jika kapal tidak bisa melengkapinya sudah pasti penyeberangan atau pelayarannya tidak bisa dilakukan," tegasnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id