Komisi XI Soroti Tingginya Kematian Bayi di Kabupaten Belitung

Pelangi Karismakristi 07 Mei 2018 11:58 WIB
berita dpr
Komisi XI Soroti Tingginya Kematian Bayi di Kabupaten Belitung
Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati. Foto: Dok. DPR
Lesung Batang: Angka kematian bayi dan balita (akaba) di Kabupaten Belitung menunjukkan jumlah tertinggi di Provinsi Bangka Belitung. Data dari Dinas Kesehatan setempat memperlihatkan angka kematian bayi mencapai 14 bayi per 10 ribu kelahiran, kematian balita 12 anak per seribu anak.

"Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka program generasi emas 2035 yang dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai," ucap Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati, saat diskusi bersama Tim Kunker Komisi XI dan jajaran Pemkab Belitung, beberapa waktu lalu. 

Tingginya angka kematian tersebut, lanjut Okky, memiliki hubungan dengan presentasi cakupan kunjungan ibu hamil yang rendah, serta kurangnya tenaga bidan yang berkompetensi. Ia juga mempertanyakan evaluasi program seribu hari kehidupan dan intervensi pihak terkait dalam menekan kasus stunting di Belitung.


"Apa yang saya temukan ternyata di Belitung ini belum ada klinik Therapeutic Feeding Centre (TFC). Sebab, kasus kurang gizi walaupun hanya satu orang, tetap harus diperhatikan serius,” kata politikus PPP itu.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Belitung Suhandri mengatakan, program seribu hari kehidupan sudah dilaksanakan. Siklus mulai terjadi kehamilan hingga pasca melahirkan pun telah dikawal.

"Selama menyusui ada program pemberian ASI eksklusif dan promosi menyusui terhadap ibu, sehingga ibu tidak memberikan makanan pengganti ASI sebelun usia enam bulan," kata Suhandri.

Selain itu, dalam menekan angka stunting pada usia balita akan dimonitor melalui posyandu. Pada usia anak sekolah dilakukan imunisasi, program pemberian makanan tambahan, dan pemberian tablet zat besi. 

"Juga ada perhatian untuk usia remaja sampai usai perkawinan. Semua itu kami kawal dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks," tutur Suhandri.




(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id