Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan petani. Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan petani. Istimewa

Ganjar Siap Memfasilitasi dan Pasarkan Hasil Kelompok Tani di Jateng

Nasional Petani UMKM Ganjar Pranowo
Al Abrar • 13 Mei 2022 19:41
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari bibit, lahan, hingga riset. Fasilitas diberikan untuk mengembangkan potensi kelompok tani (KT) di desa-desa.
 
Hal itu disampaikan Ganjar saat berkunjung ke KT Bangkit Merbabu di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ganjar mengatakan, KT Bangkit Merbabu sudah memiliki hasil pertanian yang cukup baik, dengan pemasukan minimal Rp3 juta perbulan.
 
"Jadi bagaimana kelompok tani dan Gapoktan bisa berkembang dengan modernitasnya. Itu segaris lurus tanah di sana bisa bisa dapat sebulan minimal Rp3 juta," kata Ganjar dalam keterangannya, Jumat, 13 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan BRIN dan kampus-kampus untuk memberi pendampingan kepada para petani.
 
Baca: Deteksi PMK di Jateng, Ganjar Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat
 
Sebab, Ganjar menilai, jangan hanya petaninya saja yang dituntut untuk menanam, tapi banyak pihak mesti ikut terlibat untuk memajukan kesejahteraan para petani. Sehingga perekonomian daerah meningkat dan kemiskinan bisa berkurang.
 
"Diproduksi hulunya, tapi dihilirnya juga. Jadi manajemen, pengelolaan dan marketingnya dibentuk divisi-divisi. Kalau sudah bagus ditiru untuk mengembangkan kapasitas yang lain. Sehingga pendapatan desa naik, produknya unggul, masyarakat menikmati sayur kualitas tinggi," ujar Ganjar.
 
Selain itu, Ganjar juga mendorong KT di daerah lain untuk saling berembug untuk bertukar pengalaman, bibit hingga hasil tani di masing-masing daerah. Lebih lanjut, Ketua KT Bangkit Merbabu, Rebo Wahono menyatakan, ada 111 komoditas yang dihasilkan di daerahnya, antara lain sawi, pagoda, buncis, kacang panjang dan kol. Beberapa diantaranya bahkan sudah diekspor hingga ke Singapura.
 
Kelompok tani yang berdiri sejak 2008 itu juga sudah memiliki 4 kelompok binaan. Rebo menyebut, hasil dari tanaman organik, jauh lebih menjanjikan daripada tanaman pupuk. Rebo bilang, perbandingan pemasukannya sekitar 60 persen.
 
"Kita di organik sangat menjanjikan yang pertama kita tidak perlu beli pupuk, pestisida dan semuanya bikin sendiri. Peningkatan dari pupuk ke organik pun lebih dari 60 persen," ungkap Rebo.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif