SMPN 17 Kota Tangerang Selatan. Medcom.id/Farhan Dwitama
SMPN 17 Kota Tangerang Selatan. Medcom.id/Farhan Dwitama

Kepala Sekolah Akui Ada Penyimpangan Dana PIP di SMPN 17 Tangsel

Farhan Dwitama • 28 Juni 2022 23:01
Tangerang: Kepala SMPN 17 Tangerang Selatan, Hermayandana, mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penyaluran program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2020. Hal itu terlihat dari lonjakan jumlah penerima PIP pada 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
 
"Tahun 2020 pengelolaanya berbeda, ada yang menyimpang," ucap Hermayandana, Selasa, 28 Juni 2022. 
 
Penyimpangan itu, kata Herman, didapati dari hasil diskusi dengan Kepala SMPN17 Tangsel sebelumnya yakni Marhaen Nusantara, yang dimutasi ke SMP negeri di Tangsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lonjakan penerima dana PIP pada tahun anggran 2020 mencapai 1.000 orang. Dana itu disebut berasal dari APBD, namun pembagiannya dibagi dua jalu. 
 
"Ada yang jalur langsung ke orang tua sama jalur kolektif. Memang ada dalam aturannya dikolektifkan penyalurannya," jelas dia. 
 
Baca juga: Dugaan Korupsi Dana PIP, Kepsek SMPN 17 Tangsel: Bantuan Partai Bukan APBN

 
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, meningkatkan status penyidikan terhadap kasus dugaan pidana korupsi PIP di SMPN 17 Tangsel, tahun anggaran 2020.
 
"Kejari Tangsel, per 2 Maret 2022 kemarin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dana PIP di SMPN 17," kata Kepala Kejaksaan Kota Tangsel, Aliansyah, Jumat, 4 Maret 2022.
 
Sebelum meningkatkan status penyidikan dalam perkara itu, Aliansyah mengaku sudah meminta keterangan 11 orang terkait pencairan dana PIP di SMPN 17 Tangsel.
 
"Sebelas orang terkait sudah kami mintai keterangan, dari pihak sekolah, pihak dinas pendidikan dan kebudayaan juga pihak bank yang mencairkan dana PIP itu," jelas dia.
 
Baca juga: Masih Ada Siswa Tak Tahu Dapat PIP, Dana di Rekening Terpaksa Balik ke Kas Negara

Menurutnya, dana PIP di SMPN 17 Tangsel, yang bersumber dari anggaran Pemerintah pusat tahun anggaran 2020 itu, seharusnya disalurkan kepada 1.101 siswa dengan beberapa kriteria siswa penerima bantuan yang berkisar Rp 300 sampai 750 ribu. 
 
"Pada September 2020, telah dilakukan pencairan di BRI unit Balaraja, sebanyak 11 kali dengan total dana yang ditarik Rp719.250 ribu, tapi dugaan tidak disalurkan oleh oknum yang ada di sekolah," jelas dia.
 
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tangsel, Ate, menegaskan ada beberapa kriteria siswa penerima PIP. Dana itu, menurut Ate, diberikan kepada siswa tertentu di sekolah yang menerima bantuan PIP dari pemerintah pusat. 
 
"Sudah masuk penyidikan, nanti kita dalami lagi. Kejanggalan lainnya terkait jumlah siswa penerima manfaat tahun 2020 yang naik tajam hingga 1.101 siswa, sebelumya tahun 2019 itu hanya 200 siswa dan tahun 2021 kemarin 200 juga," jelas dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif