Dua unit mobil hasil penipuan bermodus investasi bodong disita (Foto / Metro TV)
Dua unit mobil hasil penipuan bermodus investasi bodong disita (Foto / Metro TV)

Korban Penipuan Investasi di Lamongan Jadi 50 Orang

Nasional penipuan investasi Investasi Bodong Penipuan investasi Jawa Timur
Clicks.id • 24 Januari 2022 08:21
Lamongan: Korban penipuan berkedok investasi yang didalangi mahasiswi asal Lamongan, Jawa Timur, Samudra Zahrotul Bilad, 21, bertambah. Tercatat, ada 50 warga yang meliputi warga Plumpang Tuban, Brondong, Laren dan Paciran Lamongan mengadu ke Polres Lamongan.
 
Mereka mengaku telah ditipu oleh reseller berinisial JHN, warga asal Tebluru Kecamatan Solokuro, Lamongan, yang merupakan partner dari owner investasi bodong, Bilad.
 
"Betul, reseller ini adalah jaringannya owner yang sedang mengemuka dan sudah jadi tersangka,” ujar kuasa hukum korban, Wellem Mintarja, melansir Clicks.id, Senin, 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wellem menerangkan, kerugian yang harus ditanggung oleh para kliennya mencapai Rp700 juta. Pihaknya telah melaporkan kasus ini ke kepolisian disertai alat bukti transaksi investasi melalui reseller JHN.
 
Para korban telah menyerahkan sejumlah uangnya untuk diinvestasikan ke JHN, dalam rentang November 2021 sampai Desember 2021.
 
Baca: Polres Lamongan Sita 2 Mobil dan 1 Rumah Senilai Rp1,2 Miliar dari Kasus Investasi Bodong
 
“Ayo melu investasi iki, engkok pasti ngrasakno keenaken. Sing melok wes akeh. (Mari ikut investasi ini, nanti pasti merasakan enaknya. Yang ikut sudah banyak),” tulis salah satu Whatsapp JHN yang ditunjukkan pelapor.
 
Awalnya JHN merealisasikan janjinya kepada para korban, dengan memberikan hasil keuntungan yang cukup besar. Namun pada pekan berikutnya, JHN tak lagi melakukannya.
 
"Kalau hitungan kami, klien kami rugi sebesar Rp700 juta," ungkapnya.
 
Mirisnya, lanjut Wellem, saat ditanyakan perihal uangnya, JHN malah balik mengancam para korban. Kepada korbannya, JHN mengancam untuk melaporkan pidana jika mereka terus-menerus mempersoalkan uang yang sudah diinvestasikan.
 
Wellem memastikan, JHN dan para pelaku lainnya yang turut serta dalam penipuan ini bisa dijerat hukum. Dia menerangkan, perbuatan JHN  memenuhi unsur tindak pidana sesuai Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif