NEWSTICKER
Wadir Ditkrimsum Polda Sumsel, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat memberikan keterangan terkait penangkapan pelaku penyebar hoaks virus korona di halaman Polda Sumsel, Rabu, 18 Maret 2020. Gonti Hadi Wibowo/Medcom.id
Wadir Ditkrimsum Polda Sumsel, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat memberikan keterangan terkait penangkapan pelaku penyebar hoaks virus korona di halaman Polda Sumsel, Rabu, 18 Maret 2020. Gonti Hadi Wibowo/Medcom.id

Seorang Pemuda Ditangkap karena Sebar Hoaks Korban Korona

Nasional
Gonti Hadi Wibowo • 18 Maret 2020 20:10
Palembang: Hendri Ardiansyah,20, pemuda asal Sukabumi, Jawa Barat pelaku penyebar informasi bohong alias hoaks soal virus korona covid-19 ditangkap Tim Siber Ditreskrimsus Polda Sumatra Selatan. Pelaku menyebarkan informasi bohong tersebut melalui Media Sosial (Medsos) Facebook.
 
"Pelaku beberapa hari lalu mengunggah di Medsos mengenai pasien di Sukabumi yang meninggal dunia. Padahal pasien yang meninggal tersebut setelah dikonfirmasi pasien lama rumah sakit setempat dan tidak meninggal karena virus korona tetapi jantung," kata Wadir Ditkrimsum Polda Sumsel, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, saat dikonfirmasi Rabu, 18 Maret 2020.
 
Dewa menjelaskan pelaku memposting informasi bohong bernada 'Ada dua orang di Sukabumi yang meninggal dunia karena virus korona' pada 4 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Dewa postingan tersebut menjadi viral dan menyebabkan masyarakat Sukabumi menjadi resah. Bahkan pihak pemkot setempat sempat melakukan konfirmasi terhadap unggahan tersebut.
 
Setelah dilakukan penyelidikan oleh Mabes Polri, diketahui pelaku berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan dan Polda Sumsel langsung menindaklanjuti untuk menangkap pelaku.
 
"Pelaku kita tangkap di jalan Jenderal Sudirman depan masjid AlFatih Kelurahan Pasar Tiga, Kabupaten Muara Enim, Selasa 17 Maret 2020,"
jelas Dewa.
 
Dari pengakuannya, pelaku bercanda karena terbawa informasi yang salah mengenai adanya pasien meninggal akibat virus korona. "Pelaku sudah meminta maaf dan kami telah mengamankan handphonenya sebagai alat bukti. Sedangkan untuk pasalnya masih kita pelajari," pungkas Dewa.
 
Atas kejadian tersebut, Dewa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kabar dan informasi mengenai virus korona dan jangan langsung percaya jika informasi tersebut berasal dari sumber yang tidak jelas.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif