Kericuhan sekelompok Inong balee dan eks kombatan GAM di Gedung Wali Nanggroe, Aceh Besar, Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2020. Medcom.id/ Fajri Fatmawati
Kericuhan sekelompok Inong balee dan eks kombatan GAM di Gedung Wali Nanggroe, Aceh Besar, Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2020. Medcom.id/ Fajri Fatmawati

Peringatan Hari Damai ke-15 Aceh Sempat Ricuh

Nasional gerakan aceh merdeka
Fajri Fatmawati • 15 Agustus 2020 15:32
Banda Aceh: Peringatan 15 tahun hari damai Aceh di Meuligoe wali Nanggroe Aceh Besar, Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2020 sempat ricuh. Kericuhan terjadi setelah acara seremonial.
 
Pantauan Medcom.id di gedung Wali Nanggroe, sekitar 30 orang ibu-ibu Inong bale (eks pejuang GAM wanita) keluar dari gedung dan mengejar Wali Nanggroe, Malik Mahmud, yang berada di dalam helikopter.
 
Sempat terjadi saling dorong antara Inong bale dan beberapa anggota TNI saat hendak menemui Malik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini hari Kemerdekaan Aceh, jangan halangi kami, Wali Nanggroe turun jumpai kami, merdeka, merdeka, merdeka," kata salah seorang tersebut di lokasi.
 
Baca: Puskesmas di Karo Siaga 24 Jam Akibat Erupsi Gunung Sinabung
 
Rencananya Wali Nanggroe dan para pejabat forkopimda Aceh bakal terbang ke Aceh Utara untuk menghadiri acara. Namun karena terjadi kericuhan, keberangkatan dibatalkan dan Wali Nanggroe beserta pejabat forkopimda langsung diamankan.
 
Pelaksanaan peringatan hari damai Aceh ke-15 tersebut mengacu pada MoU Helsinki, UUPA, intruksi presiden tentang pelaksanaan nota kepehamanan antara RI dan GAM.
 
Sementara Juru bicara Komite Peradilan Aceh (KPA), Azhari Cagee, mengatakan mereka ingin mengibarkan bendera bintang bulan di tiang depan Meuligoe Wali Nanggroe sekitar 20 menit. Namun ditahan dan dicegah oleh anggota TNI dan Polri yang berjaga.
 
"Dan redanya kericuhan ini di rapat, rekan-rekan meminta kepada saya selaku Jubir KPA, untuk meminta kembali bendera tersebut agar dikembalikan dan alhamdulillah sudah kita lakukan koordinasi tadi, juga hadir anggota DPRK Kota Banda Aceh, dan KPA Aceh Besar," jelas Azhari.
 
Terkait permintaan pengibaran bendera bintang bulan, menurut Azhari, pihak Kodim akan melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan Pangdam, Kapolres Banda Aceh, dan Kapolda.
 
"Kita juga koordinasi dengan Wali Nanggroe dan Muzakkir Manaf (Mualem). Intinya permintaan kita bahwa agar diizinkan walupun hanya 15 menit," ungkap Azhari.
 
Azhari juga meminta pengibaran bendera harus ada kejelasan dan benar-benar dijalankan sesuai dengan implementasi UUPA dan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2012 tentang bendera dan lambang Aceh.
 
"Sampai saat ini belum ada keputusan, dan saya juga lagi menunggu dan mencoba menghubungi Mualem dan Wali, serta melaporkan tentang kejadian di sini, di Meuligoe Wali Nanggroe di hari yang mulia ini," ujarnya.
 

 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif