ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Satgas Covid-19 Majalengka Sambut Baik Wacana Relaksasi Tempat Ibadah

Nasional Virus Korona PSBB
Ahmad Rofahan • 13 Mei 2020 15:53
Majalengka: Satuan Tugas (Satgas) bidang Keagamaan Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka menyambut baik wacana relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk tempat ibadah.
 
Ketua Satgas Keagamaan Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Yayat Hidayat, menyampaikan pihaknya selalu mengikuti aturan pemerintah.
 
"Kami di bawah, menyambut baik jika ada opsi relaksasi PSBB terkait covid-19 untuk tempat ibadah," kata Yayat saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Menag Akan Mengajukan Relaksasi Salat Berjemaah di Masjid
 
Yayat mengaku optimistis nantinya kebijakan itu bakal disambut baik oleh masyarakat. Meski dalam setiap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah selalu terjadi pro kontra di dalamnya.
 
"Insyaallah masyarakat pun akan menyambut baik kebijakan tersebut," jelas Yayat.
 
Sosok yang juga menjabat sebagai Kepala Kemenag Majalengka itu berpesan jika memang kebijakan itu nantinya diterapkan, masyarakat harus menjalani sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Kabupaten Majalengka.
 
"Yang penting, protokol kesehatan tetap dijaga dengan baik," ungkap Yayat.
 
Yayat menyebut hingga kini pihaknya masih menunggu Surat Edaran (SE) Menteri Agama terkait opsi relaksasi tersebut. Yang jelas pihaknya akan selalu mendukung terhadap seluruh kebijakan yang pemerintah ambil.
 
Sebelumnya Menteri Agama RI, Fachrul Razi, membuka opsi untuk melakukan relaksasi PSBB terkait covid-19 untuk rumah ibadah.
 
Hal ini ia katakan untuk menanggapi pertanyaan dari beberapa anggota Komisi VIII terkait pelaksanaan pembatasan aktivitas agama di rumah ibadah dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR, Senin, 11 Mei 2020.
 
Pertanyaan dan kritik itu muncul dari anggota Komisi VIII seperti Maman Imanulhaq dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa PKB, Ace Hasan Syadzily dari Fraksi Partai Golkar, dan Moeklas Sidiq dari Fraksi Gerindra.
 
Mereka merasa seharusnya tempat ibadah, khususnya masjid tidak perlu ditutup seutuhnya demi mencegah penyebaran Covid-19.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif