Suasana gerbang depan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 2 Juni 2021.
Suasana gerbang depan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 2 Juni 2021.

Profil SMA Selamat Pagi Indonesia, Sekolah yang Diduga Melakukan Kekerasan Seksual

Nasional Kekerasan di Sekolah kekerasan seksual
Daviq Umar Al Faruq • 04 Juni 2021 11:29
Batu: Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, merupakan salah satu SMA Double Track (SMA DT) di Jawa Timur. SMA DT sendiri merupakan terobosan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur untuk menekan angka pengangguran lulusan SMA, yang telah diinisiasi sejak 2018 lalu.
 
"Sekolah Double Track adalah sekolah SMA dengan kurikulum SMA reguler, tetapi kepada siswa-siswinya juga diberi tambahan keterampilan teknis. Itu namanya SMA Double Track. Itu program Jawa Timur," kata Sekretaris Dispendik Jawa Timur, Ramlianto, Jumat 4 Juni 2021.
 
SMA DT merupakan program di mana setiap lulusan siswa SMA DT akan memiliki dua kompetensi berupa pembelajaran reguler dan kompetensi keterampilan bersertifikat. Sehingga, Dispendik Jawa Timur pun terus memantau terkait kurikulum yang ada di sekolah SPI. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejauh ini tidak ada masalah. Sekolah ini yang kami sebut sebagai sekolah double track," imbuhnya.
 
Baca: Masyarakat di Kudus Dilarang Gelar Hajatan
 
Ramli, sapaan akrabnya, menambahkan, sekolah SPI merupakan sekolah yang menganut sistem boarding school atau sekolah berasrama. Sehingga, di sekolah SPI, para siswanya belajar dan tinggal bersama selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
 
"Jadi di sini sudah ada struktur. Ada ibu asrama, kepala sekolah, mentor, guru. Saya kira itu adalah suasana yang biasa, di mana sebuah boarding school, sebuah sekolah berasrama itu sudah memiliki jenjang-jenjang dan petugas yang masing-masing sudah menjalankan fungsinya," jelasnya.
 
Ramli menegaskan, sistem boarding school pada sekolah SPI bukan berarti bahwa sekolah tersebut tertutup dari masyarakat luas. Sebab, sistem boarding school hampir serupa dengan sistem pesantren dan seminari.
 
"Yang kami pastikan adalah, walaupun sekolah di Batu banyak yang boarding, kami tetap punya akses yang tidak terbatas, untuk mengakses berbagai informasi data yang ada di sekolah itu. Jadi tidak kemudian karena boarding lalu tertutup, tidak," imbuhnya.
 
Bahkan Dispendik Jawa Timur telah menempatkan pengawas di sekolah SPI. Pengawas tersebut bertugas untuk berkoordinasi dengan kepala sekolah dan para guru di sekolah.
 
"Setiap saat dia brkoordinasi dengan sini, mengawasi guru, dan kinerja kepala sekolah di sini. Kami punya cabang dinas Malang-Batu, yang terus mengkoordinasikan pelaksanaan proses belajar mengajar. Jadi tidak tertutup," tegasnya.
 
Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi kantor Polda Jatim, Sabtu, 29 Mei 2021. Tujuannya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.
 
"Ada sekitar 15 korban, ini menyedihkan karena ini adalah sekolah yang dibanggakan oleh Kota Batu dan Jatim tapi ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa hingga bisa mencederai dan menghambat anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim.
 
Selain dugaan tindak pidana kekerasan seksual, Komnas PA diketahui juga melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan fisik serta dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif