Kota Semarang, Jawa Tengah kembali memberlakukan PPKM untuk menekan penyebaran covid-19. Antara
Kota Semarang, Jawa Tengah kembali memberlakukan PPKM untuk menekan penyebaran covid-19. Antara

Kota Semarang Tarik Rem Darurat Tekan Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Satu Tahun Covid-19
Media Indonesia.com • 22 Juni 2021 12:08
Semarang: Kasus covid-19 Kota Semarang, Jawa Tengah, masih bertahan tinggi. Pemerintah setempat menarik rem darurat untuk mencegah terjadinya peningkatan dan menekan perkembangan kasus korona.
 
Pemantauan Media Indonesia, Selasa, 22 Juni 2021, Kota Semarang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara ketat menyusul terjadinya lonjakan kasus covid-19 dalam sepekan terakhir. Sampai saat ini jumlah warga terkonfirmasi virus korona masih tinggi.
 
Berdasarkan catatan, kasus covid-19 di Kota Semarang mengalami peningkatan hingga 700 persen dari sebelumnya berkisar 300 kasus per hari. Bahkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga saat ini jumlah warga terpapar virus korona sudah mencapai 1.881 orang, dengan 1.249 orang di antaranya adalah warga Kota Semarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jurus Jabar Cegah Lonjakan Covid-19
 
Melihat fenomena kasus yang tidak kunjung mereda bahkan keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit sudah di atas 90 persen dari kapasitas yang ada, Pemerintah Kota Semarang menarik rem darurat untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19 lebih luas dan menekan kasus yang ada.
 
"Langkah konkret harus diambil, hasil rapat Satgas Covid-19 dan rekomendasi Pemrov Jateng jadi pertimbangan PPKM di Kota Semarang," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
 
Pelaksanaan PPKM di Kota Semarang, jelas dia, yakni berbagai kegiatan seperti rumah makan, swalayan dan berbagai aktivitas lainnya dilakukan pembatasan jam operasional dari sebelumnya hingga pukul 22.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB. Serta seluruh tempat hiburan diminta tutup sementara.
 
Baca: Kasus Positif Covid-19 Klaster Wali Lima Melonjak, Jadi 53
 
Selain itu untuk industri seperti pabrik dan perkantoran, diminta untuk dapat diatur sistem kerjanya. Sehingga jumlah pekerja tidak lebih 50 persen. Serta kegiatan hajatan tetap diperbolehkan tetapi dengan pembatasan jumlah undangan.
 
"Kondisi seperti ini cukup berat, tetapi harus dilakukan karena kasus covid-19 tinggi dan warga mulai kesulitan mencari tempat tidur di rumah sakit akibat penuh," terangnya.
 
Sementara itu, sebelumnya langkah tegas juga telah dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri yakni menyegel sebuah swalayan di Jalan Abdurahman Saleh karena ada karyawan pusat perbelanjaan modern tersebut positif terpapar covid-19.
 
"Jika tidak dututup sementara, dikhawatirkan akan memunculkan klaster penyebaran Covid-19," ujar Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif