Ibu Pembakar Anak Kandung Dikenal Tempramen

Mulyadi Pontororing 23 Oktober 2018 19:30 WIB
kekerasan anakkekerasan
Ibu Pembakar Anak Kandung Dikenal Tempramen
RM, ayah bocah yang dibakar ibu kandungnya, bersama kakak perempuannya, saat berada di RSUP Kandou Manado, Selasa, 23 Oktober 2018.
Manado: OS, ibu yang tega membakar anaknya, JM, 9, disebut sering melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya. Hal itu diungkapkan RM, ayah korban saat mengurus jenazah anaknya di ruang pemulasaran jenazah RSUP Kandou Manado, Selasa sore, 23, Oktober 2018.

RM mengaku sudah berpisah lama dengan istrinya itu. Namun, mereka tak melakukan perceraian resmi di pengadilan. "Sudah sekitar tujuh tahun kami berpisah. Saya sekarang tinggal di Bitung (Sulawesi Utara)," katanya.

Meski telah berpisah lama, namun RM mengaku dirinya dan OS tidak melakukan perceraian resmi di pengadilan. Bahkan saat ini keduanya telah memiliki pasangan masing-masing walau belum ada ikatan pernikahan. 


"Kalau pengasuhan anak disepakati ditanggulangi bersama," ujarnya.

Menurut RM, istrinya kerap berlaku kasar. Baik terhadap dirinya maupun kepada ketiga anaknya. Bahkan, dirinya juga pernah diancam akan dibakar OS.

"Masalahnya sepele dan anak-anak sering dipukul. Saya bilang jangan memukul anak. Tapi dia (OS) bilang, dia akan membakar saya," kata OS.

Kejadian itu, menurut OS terjadi sewaktu JM masih berusia sekitar lima tahun. RM mengaku sempat menasihati sang istri agar tak berkata seperti itu di depan anak-anaknya. Hingga akhirnya, kejadian itu menimpa JM.

Awalnya, lanjut RM, dia bahkan tidak tahu kalau JM dibakar oleh istrinya. Sebab, dia mendapatkan informasi bahwa anaknya terbakar akibat kompor meledak. Itu dia dapatkan saat pertama kali mengunjungi anaknya yang masih dirawat di RS Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Namun saya curiga. Masa kompor meledak kemudian ibunya tidak apa-apa sementara dia yang paling dekat dengan kompor. Saat itu dia kan sedang menggoreng pisang," terang RM.

Menurut RM, setelah pulang ke Bitung karena hanya meminta cuti sehari, dia kembali menelepon anaknya dan membujuk JM untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Mungkin saat itu waktu saya bertanya dia takut karena memang ada mamanya di situ. Tapi kemudian saya telepon kembali, bujuk dia. Baru dia mencerirakan semuanya," ungkapnya.

Menurut RM, saat ini dia hanya bisa berserah kepada Tuhan dan mengurus pemakaman Jessica. "Untuk sementara anak saya akan dibawa ke Bitung di keluarga saya," pungkasnya.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id