ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.

BPBD Salurkan 160 Juta Liter Air ke-622 Desa Kekeringan di Jatim

Nasional kemarau dan kekeringan
Amaluddin • 08 November 2019 18:55
Surabaya: Sebanyak 160 juta liter air bersih disalurkan ke-622 desa terdampak kekeringan di Jawa Timur. Ratusan desa itu tersebar di 28 kabupaten/kota di Jatim mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019 ini.
 
"Ini bentuk Cettar-nya Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Jumat, 8 November 2019.
 
Suban menyebut kekeringan melanda sebagian besar daerah di Jatim pada musim kemarau tahun ini. Di antaranya Kawasan Tapal Kuda meliputi Kabupaten Lumajang, Sitobondo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi dan Probolinggo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daerah lainnya, yakni Kabupaten Jember dan Pasuruan, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Ngawi dan Madiun. Selanjutnya Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan seluruh kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep).
 
Berdasarkan informasi dari BMKG, lanjut Suban, hujan secara merata akan terjadi pada bulan November 2019. Sehingga daerah yang awalnya mengalami kekeringan bisa mendapatkan air. "Mudah-mudahan segera turun hujan. Sehingga dropping air bersih bisa dinyatakan selesai," ujar Suban.
 
BPBD Jatim sendiri juga telah menyalurkan air bersih ke daerah kepulauan, salah satunya ke Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Selain Sapudi, ada dua pulau lain di Sumenep yang terdampak kekeringan, yakni Pulau Kangean dan Pulau Gili Genting. "Kami sudah menyuplai 200 ton air bersih ke Sumenep, dan 150 ton lainnya ke Pulau Gili Genting," kata Suban.
 
Kedepannya, Suban mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Sumenep dan Dinas ESDM Jatim untuk menganalisis kondisi kekeringan di Pulau Sapudi. Mengingat ada sejumlah sumber air yang butuh penanganan lebih lanjut.
 
"Ada beberapa sumber air yang butuh pipanisasi. Kami sudah melakukan asesmen, supaya pipanisasi bisa segera terealisasi. Sehingga musim kemarau depan ada solusi untuk kekeringan di daerah kepulauan," pungkas Suban.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif