Petugas dari Disnakertrans Kota Bandung tengah mendata dan mengecek keberadaan tenaga kerja asal Tiongkok di Stamford High School Dago, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Rabu, 29 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Roni)
Petugas dari Disnakertrans Kota Bandung tengah mendata dan mengecek keberadaan tenaga kerja asal Tiongkok di Stamford High School Dago, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Rabu, 29 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Roni)

Pemkot Bandung Inventarisasi Pekerja Asal Tiongkok

Nasional virus korona
Roni Kurniawan • 29 Januari 2020 17:31
Bandung: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat, menginventarisasi 18 perusahaan setempat yang memiliki tenaga kerja asal Tiongkok. Para pekerja dari negeri tirai bambu itu akan didata guna antisipasi penyebaran virus korona.
 
“Kota Bandung ada 47 orang tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok dari 18 perusahaan. Kami melakukan penyisiran mulai hari ini hingga tiga hari ke depan," ujar Kepala Disnakertrans Kota Bandung, Arif Syarifudin, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Menurut Arif, TKA asal Tiongkok di Kota Bandung mayoritas berprofesi sebagai pengajar di sekolah maupun perguruan tinggi. Pemeriksaan bahkan telah dilakukan di sekolah-sekolah yang mempekerjakan TKA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekolah telah mengantisipasinya dengan melakukan pemeriksaan, dan itu sangat kami apresiasi,” imbuh dia.
 
Sementara itu, salah satu sekolah yang mempekerjakan TKA, yakni Stamford International High School menyatakan, ada empat warga Tiongkok yang bertugas sebagai pengajar. Namun keempatnya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sejak beberapa bulan terakhir.
 
“Dari Tiongkok kebetulan yang di sini tidak pulang, alhamdulillah. Yang dari Taiwan juga kebetulan pulang ke sini sebelum ada wabah. Tapi kalau memang ada yang sakit harus kita amankan," ujar penanggung jawab HRD Stamford International High School Bandung, Purnama Krisnawati.
 
Ia mengatakan, pihaknya menerapkan aturan baik bagi siswa maupun tenaga pengajar, bahkan pengantar siswa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan yakni cek suhu tubuh ketika masuk.
 
“Kita setiap pagi ada cek temperatur badan, dan berlaku untuk semua, termasuk pengantar siswa yang masuk area sekolah,” pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif