Proses evakuasi pesawat Twin Otter DHC6-400 PK CDC di pegunungan Distrik Hoeya, Mimika. Foto: AFO/HANDOUT
Proses evakuasi pesawat Twin Otter DHC6-400 PK CDC di pegunungan Distrik Hoeya, Mimika. Foto: AFO/HANDOUT

Pendaki Ikut Mengangkut Kotak Hitam Pesawat Twin Otter

Nasional kecelakaan pesawat pesawat hilang
Antara • 25 September 2019 19:39
Timika: Dua pendaki gunung dinding tegak dari organisasi Vertical Rescue Indonesia/VRI Bandung diterjunkan ke lokasi kecelakaan pesawat Twin Otter DHC6-400 PK CDC di kawasan pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, esok, Kamis, 26 September 2019. Mereka bertugas mengambil kotak hitam pesawat.
 
"Setelah black box diketemukan akan digeser ke Ilaga dan selanjutnya akan digeser lagi ke Timika menggunakan penerbangan Twin Otter PK CDJ milik PT Carpediem," kata Komandan Pangkalan TNI AU Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto, di Timika, Rabu, 25 September 2019.
 
Dia menerangkan pendaki dari VRI masih berada di Ilaga, Puncak, Papua, untuk mengevakuasi kotak hitam esok. Selain itu seorang personel Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun masih mendampingi untuk proses pengambilan kotak hitam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi/KNKT Chaerudin berharap kotak hitam pesawatTwin Otter DHC6-400 PK CDC yang jatuh di kawasan pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika pada Rabu, 18 September 2019, segera ditemukan. Dia mengungkap kotak hitam merekam segala data penerbangan dan pembicaraan di kokpit.
 
"Barang yang kita ambil esok itu masih berbentuk gelondongan. Memorinya kecil saja sebesar jempol tangan itu yang berada di bagian dalam. Sementara kotaknya besar itu yang kuat menahan benturan," jelas Chaerudin.
 
Dia melanjutkan data di kotak hitam segera dibawa ke kantor KNKT di Jakarta untuk diunduh setelah ditemukan. Pengunduhan data yang tersimpan di kotak hitam membutuhkan waktu paling lama 120 menit.
 
"Tapi untuk menerjemahkan yang ada di situ, butuh waktu. Peraturan internasional memberi waktu ke KNKT selama 12 bulan," ungkapnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif