Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

Sederet Kejanggalan Bus Maut Subang

Nasional kecelakaan lalu lintas
Octavianus Dwi Sutrisno • 20 Januari 2020 09:53
Depok: Bus Pariwisata perusahaan otobus (PO) Purnamasari sudah banyak kejanggalan sebelum kecelakaan maut di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Beberapa korban selamat dari peristiwa itu menceritakan sederet kejanggalan bus maut tersebut.
 
Tati Rohaeti, 47, menceritakan, bus mulanya melaju tanpa kendala saat berangkat dari Depok, Jawa Barat, hingga tiba di lokasi rekreasi Gunung Tangkuban Perahu. Namun, kejanggalan mulai terasa ketika bus yang membawa rombongan ibu-ibu kader Posyandu Cipayung, Bojong Pondok Terong itu meninggalkan tempat wisata.
 
Menurut Tati, ketika perjalanan pulang menuju Depok, bus tetiba berhenti di jalur menanjak. Sopir dan kenek lalu turun seperti memeriksa kondisi ban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Waktu mereka turun, teman saya sempat nanya ada apa Pak? Kata supirnya, 'enggak ada apa-apa Bu tenang saja'," kata Tati, Senin, 20 Januari 2020.
 
Sepuluh menit kemudian, bus kembali melaju. Tapi, bus malah hilang kendali di jalur menurun. Tati bercerita, para penumpang panik dan berteriak ketakutan. Tati pingsan ketika bus kecelakaan dan terguling. "Waktu bus terbalik saya tidak ingat apa-apa lagi," ungkapnya.
 
Beberapa saat usai bus tergaling, Tati tersadar dan mendapati dirinya sudah ada di bawah pecahan kaca. Warga RW08 Bojong Terong itu lalu berusaha menyelamatkan diri.
 
"Saya sempat lihat teman-teman yang duduk di sebelah kanan sudah terluka parah, ada yang luka di bagian kepala dan lain-lain," jelasnya.
 
Korban selamat lainnya, Muniroh, juga merasakan kejanggalan dengan bus maut tersebut. Terutama, ketika supir dan kenek bus turun di jalan menanjak
 
Muniroh melihat sang kenek berpindah tempat duduk usai sopir membetulkan ban sebelah kiri. Kernet yang biasanya berada di dekat pintu masuk penumpang, lalu pindah dan berdiri di sela deretan bangku penumpang. "Di situ, saya aneh dan timbul firasat seperti akan terjadi sesuatu," kata Muniroh.
 
Muniroh berpegangan kuat-kuat ketika bus mulai hilang kendali. Tak lama berselang, bus oleng dan terhempas. Muniroh melihat sopir tidak sadarkan diri.
 
"Saya meloncati sopir bus saat itu, tidak mau lihat karena takut. Apalagi waktu lihat ke belakang, sepertinya sudah meninggal," ucap Muniroh.
 
Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani mengatakan insiden itu merupakan yang perdana di lokasi tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Minggu, 19 Januari 2020. Teddy masih enggan menduga-duga musabab kecelakaan.
 
"Namun ada dua kemungkinannya yaitu human eror, atau karena kondisi kendaraanya," kata Teddy.
 
Bus Pariwisata PO Purnamasari dengan nomor polisi E 7508 W, yang membawa ibu-ibu kader Posyandu Kecamatan Cipayung, Bojong Pondok Terong mengalami kecelakaan di wilayah Ciater Kabupaten Subang, Sabtu, 18 Januari 2020. Kecelakaan maut itu diduga akibat rem bus blong.
 
Sebanyak delapan orang dilaporkan tewas. Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad menyebut ada 32 orang luka berat, dan 18 orang lainnya luka ringan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif