Polisi menghadirkan tersangka dan barang bukti uang saat ungkap kasus investasi ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)
Polisi menghadirkan tersangka dan barang bukti uang saat ungkap kasus investasi ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

Aset MeMiles Bertambah Rp2 Miliar

Nasional investasi bodong
Amaluddin • 16 Januari 2020 16:57
Surabaya: Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Gidion Arief Setiawan, mengatakan, aset investasi bodong MeMiles milik PT Kam and Kam bertambah Rp2 miliar. Aset itu disita sebagai barang bukti perkara.
 
Menurut Gidion, sebelumnya polisi telah menyita Rp122 miliar aset MeMiles. Selain uang tunai, aset MeMiles yang berhasil menambah jumlah barang sitaan juga berasal dari kendaraan.
 
"Sebelumnya ada 18 mobil, lalu bertambah lima. Jadi sekarang total 23 unit dan uang tunai (total) Rp124 miliar," ujarnya, di Polda Jatim, Kamis, 16 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gidion memprediksi aset yang muncul akan terus bertambah. Sebab saat ini penyidik masih melakukan penelusuran terkait aset tak bergerak seperti rumah.
 
"Aset yang tidak bergerak itu seperti rumah, masih kita telusuri. Nanti saja (penjabarannya( biar tidak keliru," jelas dia.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengimbau, masyarakat yang merasa menjadi korban investasi bodong MeMiles agar melapor. Hal ini diperlukan agar proses hukum berjalan dan lebih banyak aset yang bisa diselamatkan.
 
"Prioritas dari penyidik adalah menyelamatkan aset member sebanyak-banyaknya. Karena aset ini bukan milik siapa-siapa, tapi milik anggota yang jadi korban," imbuh dia.
 
Hingga saat ini, Polda Jatim telah menetapkan lima tersangka kasus investasi bodong MeMiles. Yaitu KTM, FS, ML, PH, dan W.
 
Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 anggota dengan omzet Rp750 miliar dalam waktu delapan bulan. Padahal Memiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Dari pengungkapan itu polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp122,3 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Tersangka dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 46 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif