Pemaparan kajian tentang potensi bencana tersebut oleh Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Pemaparan kajian tentang potensi bencana tersebut oleh Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Kabupaten Malang Berpotensi Diguncang Gempa Besar

Nasional Gempa Bumi Mitigasi Bencana
Daviq Umar Al Faruq • 19 Desember 2019 08:26
Malang: Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangkates Malang, Jawa Timur, menyebut kawasan Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang berpotensi diguncang gempa besar sekaligus tsunami.
 
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang, Musripan, mengatakan, wilayah Kabupaten Malang guncangan gempa bisa mencapai magnitudo (M) 8,6. Gempa itu bisa menyebabkan gelombang tsunami dengan ketinggian maksimal 17 meter.
 
"Potensi itu ada, karena yang di Pangandaran pernah terjadi, di Banyuwangi juga. Jadi pasti energi yang di tengah-tengah itu ada. Itu kan jalur-jalur mega trusht. Tapi itu hanya potensi, bukan prediksi," ujarnya, Rabu, 18 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Musripan menjelaskan kajian potensi itu berdasarkan historis peristiwa yang pernah terjadi. Potensi itu bisa terjadi dan tidak, namun kajian tetap dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana.
 
"Kalau itu terjadi, masyarakat harus bagaimana? Intinya di situ. Misi kita kan supaya masyarakat aman, tidak terjadi korban," terangnya.
 
Lebih lanjut, menurut Musripan, secara geografis Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yang menyebabkan wilayah-wilayah di dalamnya rawan diterjang gempa dan tsunami. Termasuk wilayah Kabupaten Malang.
 
Tiga lempeng besar itu, kata dia, Eurasia, Indo-australia, dan Pasifik. Posisi Indonesia persis ditabrak benua Australia sekitar 200 sampai 300 kilometer dari bibir pantai.
 
"Di situ pertemuan lempeng Indo-australia dan Eurasia. Pertemuan itu menimbulkan gesekan-gesekan, kalau terus setiap saat, setiap menit, setiap hari, ratusan tahun, itu kan menimbulkan energi yang cukup besar," jelasnya.
 
Musripan juga menerangkan, lempeng merupakan suatu bidang, bukan titik. Jadi, semakin besar patahan lempeng tersebut, dampak yang ditimbulkannya juga makin luas.
 
"(Luas) bidang itu bisa ratusan kilometer dan bidang yang patah bisa puluhan hingga ratusan kilometer dan kalau terjadi gempa, kekuatannya semakin besar," bebernya.
 
Berkaca peristiwa sebelumnya, wilayah Kabupaten Malang pernah mengalami dampak langsung akibat benturan lempeng pada 1994. Ketika itu, gempa bumi dengan kekuatan M7,8 terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Akibat gempa itu, timbul gelombang tsunami yang dampaknya dirasakan hingga wilayah pesisir Kabupaten Malang.
 
"Ssampai sekarang, belum pernah lagi terjadi gempa besar. Dari situ kemudian dibuatlah kajian, kalau misalnya terjadi gempa," ungkapnya.
 
Kajian tentang potensi bencana tersebut kemudian disampaikan oleh Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Sehingga diharapkan kajian tersebut nantinya bisa dijadikan rujukan.
 
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, mengungkapkan, kajian itu dapat dijadikan acuan untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Seperti penentuan arah evakuasi hingga pembangunan shelter.
 
"Kita tidak ingin itu terjadi. Tapi jika pun terjadi orang-orang bisa dalam kondisi aman," jelas dia.
 
Bambang menambahkan bahwa yang disebut potensi bencana memang bisa terjadi atau tidak. Terlebih lagi, tidak ada ilmu apa pun yang bisa memperkirakan datangnya bencana.
 
"Biar kita tidak salah persepsi, potensi itu berlainan dengan prediksi. Kalau kita tinggal di dekat gunung berapi, berarti berpotensi terdampak letusan. Kalau kita di pinggir pantai, semua pasti berpotensi tsunami. Tapi bukan prediksi," pungkasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif