Gubernur Jatik Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala DPMD Jatim, Mohammad Yasin, usai video teleconfrence penyaluran BLT DD di beberapa daerah di Jatim. (Foto: Medcom.id/Amal)
Gubernur Jatik Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala DPMD Jatim, Mohammad Yasin, usai video teleconfrence penyaluran BLT DD di beberapa daerah di Jatim. (Foto: Medcom.id/Amal)

BLT-DD Tahap I di Jatim Ditarget Rampung sebelum Lebaran

Nasional Virus Korona bansos
Amaluddin • 20 Mei 2020 19:32
Surabaya: Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama di Jawa Timur, ditargetkan tuntas sebelum Idulfitri 1441 Hijriyah. Hingga saat ini, BLT-DD telah tersalurkan ke 2.963 dari 7.724 desa di Jatim.
 
"Insyaallah penyaluran BLT-DD tahap pertama selesai sebelum Lebaran, paling lambat Mei. Saat ini sudah ada 274.192 keluarga penerima manfaat (KPM), yang menerima BLT-DD di 2.963 desa dengan nilai Rp164,5 miliar," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim, Mohammad Yasin, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Yasin mengatakan, ada 30 dari 38 kabupaten/kota di Jatim, sudah menyalurkan BLT-DD secara bertahap. Sebanyak enam daerah di antaranya telah menyalurkan 100 persen BLT DD, yakni Kabupaten Madiun, Trenggalek, Lumajang, Jombang, Tulungagung, dan Kota Madiun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa daerah juga hampir tuntas penyalurannya, misalnya di Kabupaten Blitar, Bojonegoro, dan Ngawi, sudah 85-87 persen. Daerah yang lain menyusul kita targetkan untuk tahap pertama pada Mei ini tuntas," jelasnya.
 
Baca juga:Positif Covid-19 di Sumsel Bertambah 49 Orang
 
Lebih lanjut, kata Yasin, BLT-DD sebesar Rp600 ribu per KK diberikan selama tiga bulan dan disalurkan secara nontunai melalui Bank Jatim, BNI, dan BRI.
 
"Di waktu yang sama Gubernur Jatim juga menyalurkan paket sembako kepada KPM BLT-DD berisi beras, gula, minyak, telur, mie instan, masker, dan vitamin C," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap penyaluran BLT-DD tetap bisa dilaksanakan, meski menjelang Idulfitri terdapat tanggal merah.
 
"Bagi kami bantuan sosial menjadi penting, karena kemiskinan pedesaan di Jatim masih tinggi. Dengan adanya Bansos, daya beli masyarakat tidak menurun," Kata Khofifah.
 
Baca juga:PSBB Indramayu Diperpanjang hingga 29 Mei
 
Saat ini, kata Khofifah, ada enam jenis bansos dari pemerintah pusat, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bansos Tunai (BST), BLT-DD, perluasan BPNT, hingga Program kartu Prakerja. Untuk memperkuatnya, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan sejumlah skema bansos salah satunya adalah suplemen BPNT.
 
"Kalau di desa ada BLT-DD, tapi yang di kota membutuhkan pelapisan lagi, makanya kami siapkan suplemen BPNT," katanya.
 
Suplemen BPNT menyasar 333.022 KPM berbasis kelurahan dengan besaran 50 persen dari yang diberikan pemerintah pusat. Atau jika dinominalkan, Pemprov Jatim menambahkan top up Rp100 ribu per KK selama tiga bulan.
 
"Dampak sosial ekonomi ini harus dilakukan monitoring secara detail, sehingga intervensi untuk memberikan bansos pun juga detail," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif