Rapid test klaster Indogrosir di GOR Pangukan Sleman. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Rapid test klaster Indogrosir di GOR Pangukan Sleman. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Klaster Indogrosir Bertambah 19 orang Reaktif

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 14 Mei 2020 08:29
Sleman: Hasil rapid test (tes cepat) reakif korona (covid-19) pengunjung swalayan Indogrosir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah. Sebanyak 19 orang reaktif korona pada 13 Mei 2020, sebelumnya sebanyak 20 orang reaktif pada 12 Mei 2020.
 
"Pada hari kedua, dari 427 orang peserta rapid tes, 19 di antaranya diketahui reaktif," kata Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Pemkab Sleman masih melanjutkan tes cepat di GOR Pangukan, Sleman, pada Kamis, 14 Mei 2020. Jumlah pendaftar tes cepat diperkirakan bertambah, menyusul adanya sejumlah orang yang sempat ditolak petugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ketiga kemungkinan bertambah dari total 1.422 pendaftar. Kemungkinan masih ada tambahan, yang penting kuota maksimal 1.500 orang," kata mantan Direktur RSUD Sleman ini.
 
Baca:PSBB Pulau Jawa, Jateng Manut Pemerintah Pusat
 
Ia menegaskan, pengunjung Indogrosir yang memenuhi persyaratan namun belum mendaftar, bisa mengikuti rapid tes pada waktu akhir. Pihaknya telah menyediakan kuota bagi yang belum sempat mendaftar.
 
"Kami putuskan yang daftar membawa bukti dicatat identitasnya, nomor HP, dan akan dihubungi. Datang hari terakhir pada sesi terakhir hari akhir," kata Joko.
 
Joko mengungkapkan, peserta rapid test yang reaktif tanpa gejala dirujuk untuk menjalani isolasi di Asrama Haji Yogyakarta. Hal ini untuk mengantisipasi ledakan klaster Indogrosir, karena khawatir kapasitas RS tak mencukupi.
 
"Kapasitas kamar isolasi RS di Sleman saat ini sangat terbatas. Jadilah Asrama Haji sebagai faskes darurat untuk karantina," katanya.
 
Karyawan Indogrosir tercatat 15 kasus pada Selasa, 12 Mei. Klaster Indogrosir bertambah 10 kasus pasa Rabu, 13 Mei. Total, saat ini ada 25 kasus covid-19 dari klaster Indogrosir.
 
"Indogrosir semula kami tutup 5 hari mulai Mei. Karena ada kasus positif bertambah, (penutupan) digenapkan 14 hari," kata Joko.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif