Petugas rumah sakit memperlihatkan ruangan isolasi khusus di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.  ANTARA/Abriawan Abhe.
Petugas rumah sakit memperlihatkan ruangan isolasi khusus di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Abriawan Abhe.

1 Anak Terduga Hepatitis Akut di Makassar Membaik

Nasional penyakit aneh penyakit menular Sulawesi Selatan Hepatitis Akut
Antara • 14 Mei 2022 19:29
Makassar: Salah seorang pasien anak dicurigai sebagai suspek hepatitis akut asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, kondisinya dikabarkan mulai membaik.
 
"Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi dari dokter anak dan tim yang merawat, diduga hepatitis. Tapi, perkembangan pasien sangat bagus. Dan lima hari perawatan sudah semakin bagus," ujar Pelaksana Teknis, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo, Nu'man AS Daud, di Makassar, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Ia mengatakan, dari parameter laboratorium menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Selain itu, kondisi kesehatan anak tidak demam sejak dirawat di RSUP Wahidin, begitu pula nafsu makan pasien juga semakin membaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, parameter enzim pada hati mengalami pertanda baik, sehingga untuk dikatakan menderita gejala hepatitis dari pemeriksaan ada penurunan yang signifikan. Dari sebelumnya di atas 1.000 (enzim) sekarang sudah di bawah 500. Hal ini seiring perkembangan parameter laboratorium klinisnya ikut membaik.
 
Baca: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Rawat 1 Anak Terduga Hepatitis Akut Asal Sulbar
 
"Beberapa perlakuan sudah diberikan tim. Perlakuan spesifik seperti orang yang menderita hepatitis biasa, tidak ada penanganan khusus. Perkembangan saat ini tidak menunjukkan keadaan gejala hepatitis yang lebih jelek," tuturnya.
 
Saat ditanyakan dengan kondisi anak tersebut apakah bisa dipulangkan, kata dia, untuk sementara belum bisa diputuskan bisa pulang, karena selama enzim masih di atas 400-an serta parameter laboratorium belum menunjukkan hasil.
 
"Masih ada parameter lab yang mau dikonfirmasi, karena sampai sekarang kita belum menemukan virus hepatitis yang biasa infeksi anak-anak dan orang dewasa pada hari ini. Hepatitis A, B dan C tidak ada bukti. Standar itu tidak ada, itu yang kita akan buktikan," katanya menjelaskan.
 
Sejauh ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi pasti pada kasus yang mulai menjadi wabah baru secara nasional tersebut. Kendati demikian, pasien masih dirawat, sebab hasil pemeriksaan jenis hepatitis A,B,C dan D, belum didapatkan, begitu pula sampel yang dikirim ke Jakarta belum diterima.
 
"Kita belum tahu apakah ini wabah. Kita akan konfirmasi karena ada infeksi rubela.
Pasien ini infeksi saluran empedu. Apa infeksi bisa menyebabkan enzim setinggi itu, bisa juga. Semua diberi pemeriksaan dan perbaikan semoga bukan (hepatitis). Tahap observasi diperketat. Untuk kesadaran, pasien ini sadar terus," katanya.
 
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Bachtiar Baso membenarkan ada seorang pasien anak asal Kabupaten Polman, Sulbar di rujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo dicurigai mengalami gejala hepatitis akut seperti kulit menguning, mual, dan disertai diare.
 
"Ada pasien anak, usai sembilan tahun, rujukan dari Sulawesi Barat dan punya gejala seperti hepatitis. Sementara dirawat di rumah sakit Wahidin," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif