Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Krisis Air Bersih Masih Mengancam Sumbawa

Nasional kekeringan krisis air bersih
Antara • 06 November 2020 22:33
Jakarta: Krisis air bersih berkepanjangan masing mengancam Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa mencatat ada 42 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Sumbawa mengalami krisis air bersih. Dampaknya, ratusan ribu warga kekurangan air bersih. 
 
Masalah ini berbanding lurus dengan jumlah kasus diare. Berdasarkan Profil Kesehatan NTB pada 2019, puskesmas dan rumah sakit di Sumbawa menangani 11.439 kasus diare pada semua umur. Terdapat pula 4.331 kasus diare pada balita. 
 
"Jumlah ini terbilang tinggi," kata praktisi kesehatan penyakit dalam, dr Ari Fahrial Syam, Jumat, 6 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ari mengatakan persoalan kekurangan air bersih akibat kekeringan jangka panjang memunculkan dampak kesehatan. Kekeringan bisa memunculkan penyakit diare. Sebab, warga memiliki keterbatasan mendapatkan air dengan kualitas yang baik. 
 
"Artinya, sumber dari virus itu larinya dari makanan dan minuman. Jadi, kalau makanan itu kita konsumsi dan tercemar, tentu menjadi infeksi. Kemudian minuman tercemar, menjadi infeksi," kata dia.
 
Anggota DPRD NTB, Talib, mengaku prihatin mendapati sejumlah desa dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih. Pemerintah dimintanya untuk tanggap karena air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. 
 
Menurutnya, persoalan yang besar yang dihadapi adalah kurangnya infrastruktur. Kalau infrastruktur bagus, dia yakin air dapat didatangkan.
 
Baca: Krisis Air Bersih Masih Melanda Sebagian Warga Gunungkidul
 
Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, Edwan, juga mengakui solusi dari masalah kekeringan ini adalah menambah jumlah sumur bor dan infrastrukturnya. Karena, saat ini, kapasitas pipa di Kecamatan Lopok masih terbilang kurang memadai. 
 
Menanggapi masalah ini, pasangan calon kepala daerah Sumbawa, Jarot-Mokhlis, berjanji memperbaiki dan melengkapi infrastruktur. Jarot ingin persoalan kebutuhan air bersih dapat dipenuhi secara merata. 
 
"Ke depan, jika kami memimpin Sumbawa, maka salah satu yang akan menjadi perhatian yaitu ketersediaan air bersih bagi warga yang setiap tahun mengalami kekeringan," kata dia.
 
Salah satu cara yang dapat dilakukan, kata Jarot, adalah dengan melengkapi dan menambah jumlah dan kapasitas pipa air. Penambahan jumlah sumur dan kedalamannya juga perlu dilakukan. Kedalaman sumur dari yang saat ini sekitar 30 meter harus diperdalam menjadi 50 sampai 80 meter. 
 
"Kekeringan ini setiap tahun rutin terjadi," kata Jarot.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif