Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Susanto)
Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Susanto)

Nama Airin Masuk Bursa Pilgub Jabar 2023

Nasional survei Pemerintah Daerah airin rachmy diani pilgub dki 2017
Roni Kurniawan • 08 Mei 2021 20:48
Bandung: Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, masuk dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2023 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC). Airin dinilai mampu memimpin Jabar karena dinilai berhasil menjabat dua periode sebagai Wali Kota Tangerang Selatan.
 
Guru Besar Politik dan Keamanan Unpad, Muradi mengatakan, peluang Airin turut dalam kontes politik di Jabar terbuka jika Ridwan Kamil urung melanjutkan periode keduanya sebagai gubernur.
 
"Dia muda, fresh. Airin lolos dua periode di Tangsel, dia tidak punya problem soal korupsi, yang korupsi malahan suaminya. Dia punya peluang itu," kata Muradi usai rilis servei di Anatomi Caffe & Space, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Sabtu, 8 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Survei: Ridwan Kamil Jadi Calon Terkuat di Pilgub Jabar 2023
 
Selain itu, lanjut Muradi, Airin pun merupakan mojang asli Jabar tepatnya lahir di Banjar. Hal itu pun cukup menguatkan Airin untuk bisa memimpin Jabar masa mendatang.
 
"Terlebih dia kan asli Jawa Barat, tentu itu juga menjadi penguat selain ketegasannya yang dinilai berhasil memimpin Tangsel," sahutnya.
 
Selain itu, nama Desi Ratnasari pun muncul dalam hasil survei yang dilakukan terhadap sekitar 400 koresponden di 9 kota/kabupaten di Jabar. Desi dinilai telah matang dalam berpolitik karena kerap duduk di DPR menjadi salah satu nilai tambah untuk memimpin Jabar.
 
Baca: Survei: Prabowo Unggul Jadi Presiden 2024
 
"Desi juga saya kira tidak terlalu high profil, saya kira karakter dua orang ini punya karakter dekat dengan budaya politik di Jawa Barat," bebernya.
 
Namun isu gender dinilai akan menjadi batu sandungan bagi Airin dan Desi. Pasalnya hal itu terjadi pada Pilgub 2013 terhadap Rieke Diah Pitaloka yang diusung PDIP perjuangan kalah tipis tiga persen dari Ahmad Heryawan karena dihantam isu soal gender.
 
"Kemarin waktu pas 2013 Rieke cuma kalah tiga persen, isunya dihajar dua hal soal komunis dan genderis. Tapi saya kira sekarang dua ini (Airin dan Desi) masih memiliki peluang untuk menguasai basis-basis (suara)," ungkapnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif