Banjir disebabkan luapan sungai Batahan pascahujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam, 28 Januari 2020. (Foto: ANTARA/Altas Maulana)
Banjir disebabkan luapan sungai Batahan pascahujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam, 28 Januari 2020. (Foto: ANTARA/Altas Maulana)

120 Rumah di Pasaman Barat Terendam Banjir

Nasional bencana banjir
Antara • 29 Januari 2020 20:06
Simpang Empat: Sekitar 120 unit rumah warga Taming Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, terendam banjir. Tak ada korban jiwa pada musibah itu.
 
"Rumah terendam air sekitar 50-80 sentimeter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Edi Busti, melansir Antara, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Ia mengatakan naiknya air ke rumah warga disebabkan luapan sungai Batahan pascahujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam, 28 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini air sudah mulai surut dan warga untuk sementara ada yang mengungsi di rumah sanak keluarga," ujarnya.
 
Pihaknya juga telah meninjau lokasi banjir sekaligusmendistribusikan sejumlah bantuan kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan di antaranya 200 kilogram beras, 20 dus mi instan, 10 kotak telur, tujuh kantong makanan siap saji, dan 20 kilogram gula.
 
"Mudah-mudahan ini bisa sedikit membantu korban banjir yang rumahnya terendam," imbuh Edi.
 
Ia mengimbau warga Batahan dan Pasaman Barat agar meningkatkan kewaspadaan terkait cuaca ekstrem saat ini. Menurut Edi, Pasaman Barat memiliki sungai besar, laut, dan daerah perbukitan yang rawan bencana.
 
"Pasaman Barat merupakan daerah rawan banjir, juga rentan abrasi dan longsor," jelas dia.
 
Banjir di wilayah tersebut, kata Edi, berasal dari lima aliran sungai. Sunga tersebut ialah, sungai Batang Pasaman, Batang Sikabau, Batang Bayang, Batang Batahan, dan sungai Anak Air Haji.
 
"Setiap hujan lebat biasanya air sungai itu selalu meluap dan menggenangi rumah warga sekitar," katanya.
 
Ia mengajak masyarakat yang berada di titik rawan banjir lebih waspada saat curah hujan tinggi atau hujan di hulu sungai. Pasaman Barat juga rawan longsor terutama di Kecamatan Talamau dan rawan abrasi di pantai Sasak.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif